Pezeshkian: Jalan yang Diambil Trump akan Membakar Seluruh Kawasan
Presiden Republik Islam Iran menyinggung soal pembahasan inspeksi Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan menyatakan, "Jika niatnya menuduh Iran memiliki senjata nuklir, kami tidak akan mengizinkan kunjungan ke fasilitas nuklir dilakukan."
Tehran, Pars Today- Masoud Pezeshkian, Presiden Republik Islam Iran dalam wawancara dengan jaringan berita NBC Amerika Serikat menjelaskan sikap Iran mengenai program nuklir serta hubungan internasionalnya.
Pezeshkian menyinggung soal usulan inspeksi IAEA dan berkata,"Jika niatnya adalah menuduh Iran memiliki senjata nuklir, kami tidak akan mengizinkan kunjungan ke pusat-pusat nuklir dilakukan."
Ia mempertanyakan,“Bagaimana mereka mengharapkan kami mengizinkan kunjungan setelah mekanisme snap-back diaktifkan?”
"Mereka enggan bertindak sesuai peraturan dan kerangka kerja internasional IAEA dan traktat NPT, yang Iran juga merupakan anggotanya," tambah Pezeshkian
Presiden Iran juga menyinggung serangan terhadap fasilitas nuklir Iran dan mengatakan,"Rezim Zionis tidak berhak menyerang fasilitas nuklir yang berada di bawah pengawasan IAEA, namun mereka bertindak bertentangan dengan hukum internasional dan organisasi-organisasi internasional pun bersikap diam terhadap tindakan tersebut."
Pezeshkian menyebut keheningan itu bagian dari tindakan intimidasi kaum Barat dan menambahkan,"Pihak Barat mendorong aktor yang menimbulkan ketidakamanan di wilayah — yaitu Israel — dan justru menjatuhkan sanksi kepada Iran yang menjadi korban agresi dan serangan rezim Zionis."
Di bagian lain pernyataannya, Pezeshkian menegaskan hak Iran untuk memiliki energi nuklir damai sesuai hukum internasional dan berkata: kami tidak mencari perang dan kami tidak takut perang.
Mengenai kebijakan pemerintahan Amerika Serikat, ia memperingatkan,"Trump berbicara soal menciptakan perdamaian, tetapi jalan yang ditempuhnya akan membakar seluruh kawasan."
Presiden Republik Islam Iran menekankan: Iran tidak pernah menjadi penggagas perang dan tidak akan memulai perang, tetapi siapa pun yang menyerang kami akan mendapat jawaban telak. Kami pasti akan terus memperkuat kemampuan kami setiap hari agar tidak ada yang mudah-mudahan dapat melakukan agresi terhadap kami.
Dengan merujuk pada kejahatan yang terjadi di Gaza, ia mengungkapkan,"Tahukah Anda mengapa orang-orang dibom di Gaza dan semua organisasi internasional bungkam dan tak mampu berbuat apa-apa? Itu karena masyarakat Gaza tidak memiliki kemampuan pertahanan."
Pezeshkian menegaskan,"Hingga kini 65 ribu orang tak bersalah telah dibunuh di Gaza dan wanita serta anak-anak sekarat karena kelaparan. Pertanyaannya, aturan kemanusiaan dan hak asasi yang mana yang memperbolehkan sekelompok orang yang memiliki kekuatan setiap hari datang dan membom di mana pun mereka mau dan tak seorang pun menegur mereka. Lalu terhadap Iran yang bertindak menurut hukum internasional, mereka ingin membatasi, mengutuk, dan menyerang kami. Bukankah ini hukum rimba?"
Presiden Republik Islam Iran menanggapi pengingkaran janji pihak Amerika, dengan mengatakan,"Di negara Amerika yang mengklaim demokrasi dan kebebasan, pertama, banyak anggota delegasi Iran tidak diizinkan datang ke PBB; kedua, mereka tidak mengizinkan kami mendapatkan tempat penginapan dekat PBB, dan di tempat kami dipindahkan terdapat pembatasan untuk hadir di beberapa area sehingga kami tidak boleh bergerak terlalu jauh dan tidak dapat berdialog dengan delegasi lain yang hadir di PBB. Itu adalah pola perlakuan yang mereka lakukan kepada kami, lalu di media sosial dan media mereka menuduh Iran menyulut kekacauan."
Pezeshkian menegaskan,"Kami siap berdialog dan sangat mudah bagi kami untuk menyampaikan pandangan kami, tetapi wajar kami tidak ingin tunduk dan menerima hal-hal yang bertentangan dengan hak-hak manusia dalam kerangka internasional. Namun sayangnya, pihak Amerika tidak ingin kami menempuh jalan itu."(PH)