Moskow: Respons IAEA Tidak Cukup terkait Serangan ke PLTN Bushehr
-
Mikhail Ulyanov, Duta Besar dan Wakil Tetap Rusia di Organisasi Internasional yang bertempat di Wina
Pars Today – Rusia memrotes respons Badan Tenaga Nuklir Internasional (IAEA) yang tidak cukup dengan serangan Amerika Serikat dan rezim Zionis ke Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr.
Sesuai dengan beberapa laporan, sebuah proyektil hari Selasa (17/03/2026) mengenai halaman PLTN Bushehr. Peristiwa ini, sesuai dengan pengumuman Markas Sistem Keamanan Nuklir Iran, tidak terjadi kerusakan material, teknik atau jiwa dan tidak merusak satu bagian pun dari PLTN. Sekalipun demikian, langkah-langkah seperti ini bertentangan dengan atura internasional terkait kekebalan serangan militer ke pusat-pusat nuklir dan dapat menciptakan dampak yang tidak bisa ditanggulangi bagi semua kawasan, termasuk negara-negara di pesisir Teluk Persia.
Menurut laporan Pars Today mengutip IRNA, Duta Besar dan Wakil Tetap Rusia di Organisasi Internasional yang bertempat di Wina memrotes respons IAEA terkait serangan militer yang terjadi di halaman PLTN Bushehr dan mengatakan, “Saya tidak yakin bahwa respons IAEA setara dengan tingkat kekhawatiran kondisi ini.”
Mikhail Ulyanov hari Rabu (18/3) merilis pesan di X dan menulis, “Rudal ini meledak hanya berjarak 200 meter dari reaktor nuklir yang sedang beroperasi.”
Ia menjelaskan tidak bisa menafikan kemungkinan serangan lain dan menambahkan, “Kondisi ini dapat menciptakan bahaya serius yang berujung pada munculnya tragedi besar nuklir yang dapat mempengaruhi seluruh kawasan.”
Rafael Grossi, Direktur Jenderal IAEA dalam merespons aksi ilegal ini tidak mengeluarkan kecaman dan hanya meminta untuk menahan diri secara maksimal.(sl)