Panglima Elhami: "Sistem yang Hancur Terkena Rudal Musuh, Kami Ganti Kilat dengan Produksi Massal Lokal"
https://parstoday.ir/id/news/iran-i191494-panglima_elhami_sistem_yang_hancur_terkena_rudal_musuh_kami_ganti_kilat_dengan_produksi_massal_lokal
Pars Today - Komandan Markas Gabungan Pertahanan Udara Khatam Al-Anbiya Republik Islam Iran, dengan menekankan kemandirian penuh (self-sufficiency) pertahanan udara negara, mengatakan, "Peralatan yang terkena serangan musuh kriminal selama Perang Paksa Ketiga (melawan Amerika dan rezim Zionis) akan diganti sesegera mungkin."
(last modified 2026-06-14T10:18:35+00:00 )
Jun 14, 2026 17:17 Asia/Jakarta
  • Brigjen Alireza Elhami, Komandan Markas Gabungan Pertahanan Udara Khatam Al-Anbiya
    Brigjen Alireza Elhami, Komandan Markas Gabungan Pertahanan Udara Khatam Al-Anbiya

Pars Today - Komandan Markas Gabungan Pertahanan Udara Khatam Al-Anbiya Republik Islam Iran, dengan menekankan kemandirian penuh (self-sufficiency) pertahanan udara negara, mengatakan, "Peralatan yang terkena serangan musuh kriminal selama Perang Paksa Ketiga (melawan Amerika dan rezim Zionis) akan diganti sesegera mungkin."

Melansir IRNA, 14 Juni 2026, ParsToday melaporkan bahwa Brigjen Alireza Elhami, Komandan Markas Gabungan Pertahanan Udara Khatam Al-Anbiya sekaligus Panglima Pasukan Pertahanan Udara Artesh Republik Islam Iran, pada hari Minggu (14/6) dalam sebuah wawancara yang merinci peningkatan kesiapan pasukan ini pasca-gencatan senjata dalam perang paksa ketiga, menyatakan:

"Saat ini, di jajaran pertahanan udara Republik Islam Iran, semua peralatan, sistem, taktik, pusat komando dan kendali, infrastruktur komunikasi, serta bagian intelijen yang kami miliki, sepenuhnya buatan Iran."

Brigjen Elhami, seraya menekankan bahwa pencapaian ini diperoleh dengan mengandalkan pengetahuan 100 persen dalam negeri dan memanfaatkan kemampuan para ilmuwan dan pria pemberani dari Republik Islam Iran, menambahkan:

"Seluruh upaya kami adalah untuk mempersiapkan dan memutakhirkan sistem dan peralatan sesuai dengan ancaman masa kini, dan juga untuk mengganti peralatan yang terkena serangan 'musuh kriminal' selama 'perang paksa ketiga' sesegera mungkin."

Komandan Markas Gabungan Pertahanan Udara Khatam Al-Anbiya Republik Islam Iran menganggap kunci dinamisnya kekuatan pertahanan udara adalah ketergantungan pada kemampuan dalam negeri, dan menegaskan:

"Ketika semua peralatan bersifat lokal, pemutakhiran dan peningkatannya sepenuhnya berada di tangan kita. Kita memutakhirkan peralatan sesuai kebutuhan. Dengan demikian, produksi massalnya pun akan berada di tangan kita, dan pada hakikatnya kita tidak membutuhkan siapa pun."

Konteks "Perang Paksa Ketiga": Elhami secara eksplisit menyebut fase konflik terbaru ini (Februari-Mei 2026) sebagai "Perang Paksa Ketiga", yang menunjukkan skala mobilisasi pertahanan sipil dan militernya tidak main-main.

Mengganti Kerusakan di Tengah Gencatan Senjata: Klaim bahwa peralatan yang terkena serangan telah atau akan segera diganti adalah sinyal bahwa kapasitas industri pertahanan Iran tidak lumpuh pasca-perang.(Sail)