Takht Ravanchi: "Vance vs Ghalibaf di Jenewa, Nuklir dan Sanksi di Meja"
https://parstoday.ir/id/news/iran-i191626-takht_ravanchi_vance_vs_ghalibaf_di_jenewa_nuklir_dan_sanksi_di_meja
Pars Today - Wakil Menteri Luar Negeri Bidang Politik Iran, berbicara tentang nota kesepahaman (MoU) antara Iran dan AS, mengatakan, "Dalam pertemuan mendatang di Swis, setelah penandatanganan MoU Islamabad selesai, negosiasi akan dimulai."
(last modified 2026-06-16T16:48:39+00:00 )
Jun 16, 2026 23:47 Asia/Jakarta
  • Majid Takht Ravanchi, Wakil Menteri Luar Negeri Bidang Politik Iran
    Majid Takht Ravanchi, Wakil Menteri Luar Negeri Bidang Politik Iran

Pars Today - Wakil Menteri Luar Negeri Bidang Politik Iran, berbicara tentang nota kesepahaman (MoU) antara Iran dan AS, mengatakan, "Dalam pertemuan mendatang di Swis, setelah penandatanganan MoU Islamabad selesai, negosiasi akan dimulai."

Melansir ParsToday, 16 Juni 2026, Majid Takht Ravanchi, Wakil Menteri Luar Negeri Bidang Politik Iran, di sela-sela pertemuan para duta besar, kuasa usaha, dan kepala perwakilan asing dan internasional yang bermarkas di Tehran, dalam menanggapi pertanyaan tentang rincian implementasi langkah-langkah seimbang dan setara dalam MoU Islamabad, mengatakan:

"Di Swis, setelah masalah penandatanganan (MoU Pakistan) selesai, negosiasi akan dimulai."

Ia menambahkan, "Mengenai rincian seperti berapa lama kami akan berada di sana dan topik apa yang akan dibahas, belum ada pembicaraan. Namun, telah disepakati oleh kedua belah pihak bahwa setelah penandatanganan, pembicaraan akan dimulai."

Majid Takht Ravanchi, dalam menanggapi pertanyaan lain dari wartawan yang hadir, menambahkan, "Tuan Vance dari pihak AS dan Tuan Ghalibaf dari pihak Iran akan hadir di Swis."

Mengenai pelanggaran gencatan senjata oleh rezim Israel, ia menambahkan, "Salah satu pasal MoU secara tegas menyatakan penghentian perang dan operasi militer di semua front, termasuk Lebanon. Jika rezim Zionis melakukan pelanggaran dalam hal ini, karena AS telah berkomitmen, atas nama mitranya dalam kesepakatan ini, untuk mengakhiri perang di semua front, termasuk Lebanon, maka mekanisme yang telah ditentukan dalam MoU akan digunakan."

Wamenlu Iran, berbicara tentang garis besar masalah nuklir dalam MoU Islamabad, juga mengatakan, "Kami akan membahas masalah ini setelah MoU ditandatangani dan menjadi resmi. Namun pada tahap ini, kami belum memasuki rincian pembahasan ini. Masalah nuklir juga sudah jelas: pengayaan, cadangan bahan baku, dan kebutuhan nuklir Iran."

Pernyataan Takht Ravanchi ini memberikan kejelasan teknis tentang bagaimana proses negosiasi akan berjalan setelah MoU ditandatangani di Jenewa, Swis.

Pertanyaan besarnya: Apakah negosiasi 60 hari ini akan menghasilkan "kesepakatan abadi" atau hanya "gencatan senjata yang diperpanjang"? Jawabannya akan bergantung pada seberapa besar konsesi yang bersedia diberikan oleh kedua belah pihak, terutama AS dalam hal pencabutan sanksi.(Sail)