Media Israel Ngamuk: Trump Beri Iran Semua, Dapat Nol
-
Presiden AS Donald Trump
Pars Today - Media-media rezim Zionis melaporkan bahwa Donald Trump, Presiden Amerika, tidak memperoleh apa pun dalam kesepakatannya dengan Iran dan ia adalah pihak yang kalah.
Melansir IRNA dini hari Senin, 15 Juni 2026, dari jaringan Al-Mayadeen, media-media ini mengumumkan bahwa Trump adalah pihak yang kalah dalam kesepakatan potensial dengan Iran.
Media-media ini juga menambahkan bahwa Steve Witkoff dan Jared Kushner, keduanya Yahudi, telah dibeli oleh Qatar dengan jumlah uang yang sangat besar, dan mereka telah "menjual saudara-saudara mereka" di rezim Israel.
Media-media ini melanjutkan bahwa negara-negara Arab yang takut pada bayangan mereka sendiri, telah mendorong terciptanya gencatan senjata dan menawarkan diri untuk membayar miliaran dolar kepada Iran agar ketenangan kembali ke kawasan.
Sulaiman Masud, wartawan televisi rezim Zionis, dalam sebuah pesan menulis, "Isu nuklir tidak terselesaikan, isu rudal balistik juga tidak, dan Iran telah menguasai Selat Hormuz, apa pendapat Anda?"
Saluran 14 televisi rezim Zionis juga mengumumkan, "Apa yang dilakukan Trump kepada kami begitu buruk sehingga sangat sulit untuk menafsirkannya."
Media rezim Zionis ini menambahkan, "Pencapaian penting bagi Iran, gencatan senjata segera akan diberlakukan, dan berdasarkan kesepakatan ini, (rezim) Israel harus segera mengumumkan gencatan senjata di Lebanon."
Saluran 24 televisi rezim Zionis juga mengumumkan, "Trump memberikan banyak konsesi kepada Iran dan sebagai gantinya tidak memperoleh apa pun."
Media rezim Zionis ini, mengutip anggota-anggota Knesset (parlemen rezim Zionis), mengumumkan bahwa upaya untuk memisahkan isu Iran dari Lebanon telah gagal.
Saluran Kan rezim Zionis juga mengumumkan, "Netanyahu gagal dalam upayanya membendung percepatan Trump untuk mencapai kesepakatan dengan Iran."
Resmi: Perang Berakhir di Semua Front
Melansir IRNA, Sekretariat Dewan Tertinggi Keamanan Nasional Republik Islam Iran dalam sebuah pernyataan tentang kesepakatan pengakhiran perang antara Iran dan Amerika menegaskan bahwa berdasarkan kesepakatan yang telah dicapai, perang dan operasi militer di semua front termasuk Lebanon berakhir secara segera dan permanen mulai malam ini, dan selain itu, blokade laut terhadap Iran berakhir segera dan sepenuhnya.
Shahbaz Sharif, Perdana Menteri Pakistan, dini hari hari Senin (15/6) waktu setempat dalam sebuah pesan mengumumkan tercapainya kesepakatan perdamaian antara Amerika dan Iran.
Ia di akun jejaring sosial X-nya menulis, "Kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah tercapai. Kedua belah pihak telah mengumumkan pengakhiran segera dan permanen operasi militer di semua front termasuk Lebanon. Upacara penandatanganan resmi kesepakatan ini akan digelar pada hari Jumat, 19 Juni (29 Khordad) di Swiss."
Ia menambahkan, "Kami mengapresiasi komitmen Amerika dan Iran untuk menemukan solusi diplomatik guna mengakhiri konflik."
Reaksi media Israel ini adalah potret langka dari kepanikan strategis yang terekspos secara publik. Yang paling menarik bukanlah kritik terhadap Trump, itu biasa. Yang luar biasa adalah tiga pengakuan implisit: pertama, bahwa isu nuklir dan rudal balistik Iran tetap tidak tersentuh (artinya Iran tidak mengalah dalam isu strategis inti); kedua, bahwa Iran kini menguasai Selat Hormuz (pengakuan atas realitas militer baru); dan ketiga, bahwa upaya memisahkan Lebanon dari Iran gagal (artinya "Poros Perlawanan" tetap utuh sebagai satu paket). Sementara itu, Pakistan, bukan negara Arab, bukan kekuatan Barat, tampil sebagai saksi dan fasilitator kesepakatan. Ini adalah pergeseran geopolitik yang halus tapi mendalam: ketika negara-negara tradisional kehilangan kredibilitas, negara-negara "jalan ketiga" seperti Pakistan naik panggung.(Sail)