Foreign Affairs: AS Harus Tinggalkan Asia Barat
-
Tentara AS
Pars Today - Sebuah majalah Amerika, dengan mengkritik keterlibatan militer AS selama beberapa dekade di Asia Barat, menilai perang terhadap Iran sebagai bukti terbaru dari kegagalan strategi ini, dan menekankan bahwa penempatan luas pasukan dan pangkalan AS tidak hanya gagal menjamin keamanan Washington dan sekutunya, tetapi juga telah menjerumuskan AS ke dalam perang yang mahal dan tak berujung.
Sebagaimana dilaporkan Pars Today mengutip IRNA, Sabtu, 8 Agustus 2026, majalah Amerika Foreign Affairs, dalam sebuah artikel, menilai perang terhadap Iran sebagai bencana besar, dan menulis, "AS dan Israel memulai kampanye yang tidak perlu yang melanggar hukum internasional dan memperburuk krisis di kawasan. Sementara itu, penutupan Selat Hormuz telah menyebabkan lonjakan harga energi di seluruh dunia."
Foreign Affairs menambahkan, "Perang ini adalah konsekuensi dari serangkaian keputusan kebijakan luar negeri AS selama 35 tahun terakhir yang tidak hanya tidak meningkatkan keamanan AS, tetapi juga memperburuk konflik di Asia Barat. Akar dari kegagalan ini harus dicari dalam kehadiran militer AS yang luas di kawasan,sebuah kehadiran yang telah meyakinkan Washington bahwa untuk mengamankan dirinya sendiri, ia harus terus-menerus terlibat dalam perang dan konflik regional."
Majalah ini menekankan, "Beberapa dekade perang dan intervensi AS yang mahal telah merenggut banyak nyawa dan menguras sumber daya yang sangat besar tanpa memberikan keuntungan yang berarti bagi keamanan AS. Karena itu, sudah saatnya militer AS meninggalkan Asia Barat."(Sail)