Presiden Kuba: "Kami Tak Pernah Akan Jadi Jajahan Lagi"
https://parstoday.ir/id/news/world-i196524-presiden_kuba_kami_tak_pernah_akan_jadi_jajahan_lagi
ParsToday - Presiden Kuba menegaskan bahwa negaranya tidak akan pernah lagi menjadi jajahan, dan akan mempertahankan kemerdekaan serta kedaulatannya.
(last modified 2026-09-09T08:44:26+00:00 )
Sep 09, 2026 15:43 Asia/Jakarta
  • Miguel Díaz-Canel, Presiden Kuba
    Miguel Díaz-Canel, Presiden Kuba

ParsToday - Presiden Kuba menegaskan bahwa negaranya tidak akan pernah lagi menjadi jajahan, dan akan mempertahankan kemerdekaan serta kedaulatannya.

Melansir ParsToday yang mengutip IRNA, Rabu, 09 September 2026, Miguel Díaz-Canel, Presiden Kuba, Selasa malam dalam sebuah unggahan di media sosial X menulis, "Kuba, yang sangat memahami arti menjadi jajahan dan neojajahan di bawah dua imperium, sangat sadar bahwa ia tidak akan pernah lagi menjadi jajahan."

Ia menegaskan, "Darah yang telah tertumpah untuk kemerdekaan, kedaulatan, dan otonominya tidak akan sia-sia, dan kami akan mempertahankannya hingga napas terakhir."

Penegasan Díaz-Canel tentang kemerdekaan Kuba ini muncul di tengah memburuknya kembali hubungan Havana dan Washington setelah Donald Trump kembali ke Gedung Putih. Presiden AS pada Senin (7/9) lalu melakukan tindakan kontroversial dengan merilis sebuah foto yang menampilkan Meksiko, Kanada, Kuba, Greenland, Islandia, dan sebagian Karibia serta Amerika Tengah diwarnai dengan warna bendera Amerika.

Trump pada 29 Januari lalu dengan menandatangani perintah eksekutif, dalam menghadapi apa yang disebut Gedung Putih sebagai "ancaman luar biasa dan luar biasa" dari Kuba terhadap keamanan negara itu dan kawasan, mendeklarasikan "status darurat nasional".

"Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel menegaskan dengan tegas bahwa Kuba tidak akan pernah lagi menjadi jajahan, dan darah yang telah dikorbankan untuk kemerdekaan tidak akan sia-sia. Pernyataan ini disampaikan di tengah ketegangan yang kembali memanas antara Havana dan Washington pasca-kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih. Trump baru-baru ini merilis foto kontroversial yang mewarnai Kuba, Meksiko, Kanada, Greenland, dan wilayah lain dengan warna bendera AS, serta telah mendeklarasikan status darurat nasional terhadap Kuba sejak 29 Januari lalu."(Sail)