Gerakan Global: 200 Organisasi Serukan Akuntabilitas Israel atas Kejahatan Perang
https://parstoday.ir/id/news/world-i197894-gerakan_global_200_organisasi_serukan_akuntabilitas_israel_atas_kejahatan_perang
Pars Today - Sekitar 200 organisasi di 60 negara menuntut pengadilan rezim Zionis atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukannya.
(last modified 2026-10-03T08:08:44+00:00 )
Okt 03, 2026 15:07 Asia/Jakarta
  • Kejahatan rezim Zionis di Gaza
    Kejahatan rezim Zionis di Gaza

Pars Today - Sekitar 200 organisasi di 60 negara menuntut pengadilan rezim Zionis atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukannya.

Melansir Pars Today yang mengutip IRIB, Sabtu, 03 Oktober 2026, sekitar 200 organisasi di 60 negara dalam kerangka kampanye dan gerakan global, menuntut pengadilan rezim Zionis karena melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, penghentian pengiriman senjata ke rezim ini, dan meminta pertanggungjawabannya berdasarkan hukum dan aturan internasional.

Gerakan ini mencakup penyelenggaraan demonstrasi, aksi duduk, serta pelaksanaan program dan kegiatan budaya dan pendidikan di berbagai kota dunia termasuk London, Sydney, Cape Town, São Paulo, Rabat, Istanbul, Athena, dan Kuala Lumpur.

Sebagian kelompok yang berpartisipasi dalam gerakan global ini juga berniat menggelar aksi dan program protes di depan lembaga-lembaga pemerintah dan perusahaan dagang yang terkait dengan rantai pasokan persenjataan militer rezim pendudukan.

Sejumlah koalisi dan organisasi pendukung Palestina juga berpartisipasi dalam gerakan global ini, di antaranya dapat disebutkan "Koalisi Hentikan Perang" dan "Kampanye Perlucutan Senjata Nuklir" di Inggris serta jaringan solidaritas Palestina di Australia, Afrika Selatan, Malaysia, dan Amerika Latin.

"Sekitar 200 organisasi di 60 negara dalam kerangka kampanye dan gerakan global menuntut pengadilan rezim Zionis atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, penghentian pengiriman senjata ke rezim ini, dan akuntabilitas berdasarkan hukum internasional. Gerakan ini mencakup demonstrasi, aksi duduk, serta program budaya dan pendidikan di berbagai kota."(Sail)