Skandal 7 Oktober Memanas: Mantan Kepala Shin Bet Lawan Netanyahu
-
Ronen Bar, mantan Kepala Shin Bet dan Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Zionis Israel
Pars Today - Mantan kepala Organisasi Keamanan Dalam Negeri Rezim Israel (Shin Bet) setelah Benjamin Netanyahu mencelanya karena tidak memprediksi serangan 7 Oktober 2023, berniat menggugat Perdana Menteri rezim Zionis.
Melansir IRNA dari situs berita Palestine Online, Selasa, 29 September 2026, Ronen Bar mengatakan bahwa ia juga akan menuntut publikasi jadwal pertemuan Netanyahu dengan pejabat keamanan dan lembaga asing serta pemanggilan anggota kantor Perdana Menteri dan asistennya untuk bersaksi tentang apa yang ia gambarkan sebagai "kampanye persekongkolan" melawannya oleh Netanyahu.
Ia menambahkan, "Netanyahu", Perdana Menteri Israel telah memulai kampanye provokatif tanpa batas dan sepenuhnya jauh dari kenyataan melawan mantan kepala Shin Bet."
Mantan kepala Shin Bet melanjutkan, "Setelah tiga tahun menolak menerima tanggung jawabnya dan mencegah pembentukan komisi penyelidikan resmi oleh publik, Netanyahu mulai menerbitkan dokumen-dokumen yang dimanipulasi dan bertentangan dengan kenyataan."
Bar menyatakan, "Kini, bersamaan dengan dimulainya kesaksian tentang peringatan yang ia terima sebelum serangan, Netanyahu berupaya mengalihkan opini publik dengan menuduh orang yang telah memperingatkannya tepat waktu."
Menurut pernyataan ini, "Ronen Bar selama masa jabatannya sebagai kepala Shin Bet, telah memperingatkan Netanyahu tentang bencana yang belum pernah terjadi sebelumnya dan sudah dekat, tetapi Perdana Menteri mengabaikan peringatan ini beserta rekomendasi tentang pemulihan kekuatan deterensi dan penguatan perbatasan."
Ia menambahkan bahwa ia lebih memilih menunggu pembentukan komisi penyelidikan, komisi yang layak didapatkan oleh rakyat dan keluarga korban tewas.
Namun, mantan kepala Shin Bet menyatakan bahwa tidak dapat lagi dibiarkan banjir kebohongan, distorsi fakta, manipulasi catatan, dan penyebaran informasi menyesatkan berlanjut.
Ia menuntut publikasi segera semua dokumen oleh Netanyahu dan mengatakan gugatan yang akan ia ajukan akan mencakup pemanggilan semua orang yang mendistorsi atau memalsukan dokumen dan menyebarkan informasi palsu serta fitnah tentangnya.
Pernyataan Ronen Bar yang menjabat kepala Shin Bet antara tahun 2021 hingga 2025, diterbitkan sebagai respons terhadap tuduhan Netanyahu bahwa ia mengabaikan peringatan tentang serangan 7 Oktober dan tidak memberi tahu Perdana Menteri.
Netanyahu dalam pernyataan yang diterbitkan awal Senin sore, membantah pertemuannya pada bulan-bulan menjelang 7 Oktober dengan Abbas Kamel yang saat itu menjabat kepala Direktorat Intelijen Umum Mesir.
"Ronen Bar, mantan kepala Shin Bet (2021–2025), berniat menggugat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu setelah Netanyahu mencelanya karena tidak memprediksi serangan 7 Oktober 2023. Bar juga menuntut publikasi jadwal pertemuan Netanyahu dengan pejabat keamanan dan lembaga asing serta pemanggilan anggota kantor PM dan asistennya untuk bersaksi tentang "kampanye persekongkolan" melawannya. Bar menyebut Netanyahu memulai "kampanye provokatif tanpa batas dan jauh dari kenyataan", setelah tiga tahun menolak tanggung jawab dan mencegah komisi penyelidikan resmi, Netanyahu menerbitkan dokumen yang dimanipulasi."(Sail)