Sanaa: Arab Saudi Tak Penuhi Komitmen terhadap Yaman
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i198910-sanaa_arab_saudi_tak_penuhi_komitmen_terhadap_yaman
Pars Today - Kepala delegasi perunding pemerintah Yaman membantah tuduhan bahwa Sanaa menolak menggelar pertemuan dengan pihak Arab Saudi di Oman. Ia menyatakan bahwa sebelum maupun setelah eskalasi ketegangan, pihak Yaman telah mengajukan sejumlah usulan untuk mengakhiri blokade dan menyelesaikan persoalan kemanusiaan. Namun, Riyadh tidak mengambil langkah apa pun untuk mewujudkannya.
(last modified 2026-10-18T17:35:16+00:00 )
Okt 19, 2026 00:32 Asia/Jakarta
  • Mohammed Abdul Salam, Kepala delegasi perunding pemerintah Yaman
    Mohammed Abdul Salam, Kepala delegasi perunding pemerintah Yaman

Pars Today - Kepala delegasi perunding pemerintah Yaman membantah tuduhan bahwa Sanaa menolak menggelar pertemuan dengan pihak Arab Saudi di Oman. Ia menyatakan bahwa sebelum maupun setelah eskalasi ketegangan, pihak Yaman telah mengajukan sejumlah usulan untuk mengakhiri blokade dan menyelesaikan persoalan kemanusiaan. Namun, Riyadh tidak mengambil langkah apa pun untuk mewujudkannya.

Menurut laporan IRNA yang mengutip jaringan televisi Al-Masirah, Minggu, 18 Oktober 2026, Mohammed Abdul Salam menanggapi pernyataan yang menyebut pihak Yaman menolak pertemuan dengan pihak Arab Saudi di Oman sebelum eskalasi ketegangan. Ia menegaskan bahwa Sanaa telah berulang kali meminta Arab Saudi mengakhiri blokade terhadap Yaman dan mengambil langkah untuk menyelesaikan persoalan kemanusiaan sesuai dengan peta jalan yang telah disepakati.

Ia mengatakan bahwa pihak Yaman telah mengajukan lebih dari satu usulan terkait persoalan tersebut. Namun, menurutnya, Arab Saudi tidak mengambil satu langkah pun ke arah penyelesaian.

Kepala delegasi perunding pemerintah Yaman itu menambahkan bahwa komunikasi dengan Arab Saudi, baik secara langsung maupun tidak langsung, terus berlangsung sebelum dan setelah eskalasi ketegangan, termasuk setelah pidato pemimpin Yaman dalam rangka memperingati hari hijrah Nabi Muhammad SAW.

Mengkritik pendekatan pemerintah Arab Saudi, Abdul Salam mengatakan, “Pemerintah Arab Saudi mengira bahwa perkembangan regional dan internasional, serta keterlibatan Yaman dalam operasi ‘Badai Al-Aqsa’, membuat mereka tidak perlu lagi memenuhi komitmennya terhadap Yaman.”

Ia menambahkan bahwa para pejabat Arab Saudi juga meyakini peningkatan tekanan di bidang kemanusiaan dan ekonomi dapat memaksa Sanaa menerima tuntutan yang gagal mereka capai melalui jalur militer.

Selanjutnya, kepala delegasi perunding Yaman itu menyinggung serangan Arab Saudi terhadap Bandara Sanaa pada Juli. Ia mengatakan bahwa sebelum serangan tersebut, pihak Yaman telah memperingatkan konsekuensi berbahaya dari tindakan itu dan meminta agar delegasinya diberi kesempatan untuk kembali. Namun, pihak Saudi tetap bersikeras pada pendiriannya.

Abdul Salam menegaskan bahwa serangan Arab Saudi terhadap Bandara Sanaa merupakan tindakan provokatif yang mengakhiri situasi gencatan senjata dan upaya meredakan ketegangan.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah sebelumnya kantor berita AFP mengutip seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Arab Saudi yang mengatakan bahwa pemerintah Yaman dalam beberapa pekan terakhir telah menolak permintaan Riyadh untuk menggelar pertemuan di Oman.

Pejabat Saudi itu tidak memberikan perincian lebih lanjut mengenai bentuk permintaan Arab Saudi ataupun alasan penolakan Yaman. Namun, ia mengklaim bahwa perkembangan tersebut menunjukkan masih adanya hambatan dalam upaya memajukan proses politik di Yaman.

“Mohammed Abdul Salam menyatakan bahwa Sanaa telah berulang kali mengusulkan pengakhiran blokade dan penyelesaian persoalan kemanusiaan, tetapi Riyadh belum mengambil langkah untuk menindaklanjutinya. Ia menilai Arab Saudi menggunakan tekanan kemanusiaan dan ekonomi untuk memaksa Sanaa menerima tuntutannya. Abdul Salam menyebut serangan Arab Saudi terhadap Bandara Sanaa pada Juli sebagai tindakan provokatif yang mengakhiri situasi gencatan senjata dan upaya meredakan ketegangan.”(Sail)