Ketua Parlemen Yaman Peringatkan Mesir agar Tidak Terlibat Perang
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i198852-ketua_parlemen_yaman_peringatkan_mesir_agar_tidak_terlibat_perang
Pars Today - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Yaman yang berbasis di Sanaa, Yahya Ali al-Ra'i, melalui surat kepada mitranya di Mesir memperingatkan Kairo agar tidak ikut serta dalam operasi militer apa pun di Yaman. Ia menyatakan bahwa langkah tersebut dapat mengancam keamanan nasional dan stabilitas dalam negeri Mesir secara serius.
(last modified 2026-10-18T04:22:43+00:00 )
Okt 18, 2026 11:20 Asia/Jakarta
  • Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Yaman yang berbasis di Sanaa, Yahya Ali al-Ra'i
    Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Yaman yang berbasis di Sanaa, Yahya Ali al-Ra'i

Pars Today - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Yaman yang berbasis di Sanaa, Yahya Ali al-Ra'i, melalui surat kepada mitranya di Mesir memperingatkan Kairo agar tidak ikut serta dalam operasi militer apa pun di Yaman. Ia menyatakan bahwa langkah tersebut dapat mengancam keamanan nasional dan stabilitas dalam negeri Mesir secara serius.

Menurut laporan IRNA yang mengutip jaringan televisi Al-Masirah, al-Ra'i mengatakan, “Kami mengikuti dengan keprihatinan mendalam setiap langkah yang berpotensi menyeret Mesir ke dalam operasi militer untuk mendukung kebijakan agresi Arab Saudi di Yaman.”

Al-Ra'i menegaskan bahwa Arab Saudi telah melancarkan perang dan blokade terhadap Yaman selama lebih dari 12 tahun serta menghindari pelaksanaan peta jalan perdamaian.

Ia melanjutkan bahwa Arab Saudi mengakhiri fase deeskalasi dengan menyerang Bandara Sanaa dan memutuskan untuk meningkatkan serangan udara.

Al-Ra'i menyatakan penolakannya secara tegas terhadap keterlibatan Mesir dalam konflik tersebut. Menurutnya, sejarah dan latar belakang Arab Mesir tidak selaras dengan keterlibatan dalam pertempuran semacam itu.

Ia memperingatkan bahwa keterlibatan Mesir dalam konflik tersebut akan menimbulkan ancaman serius bagi keamanan nasional dan stabilitas dalam negeri negara itu.

“Kami mengandalkan peran historis Mesir dalam membela pihak-pihak yang tertindas dan memperjuangkan hak-hak mereka. Kami berharap Kairo mengambil sikap berani dan tidak bergabung dengan Arab Saudi,” ujar al-Ra'i.

Pernyataan tersebut muncul menjelang sidang luar biasa Parlemen Mesir yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu. Sidang itu digelar setelah Presiden Mesir meminta persetujuan parlemen untuk memberikan dukungan kepada Arab Saudi. Pertemuan tersebut akan membahas perkembangan kawasan serta sikap Kairo terkait keamanan dan stabilitas Arab Saudi.

Menanggapi permintaan Presiden Abdel Fattah el-Sisi untuk memperoleh wewenang memberikan dukungan kepada Arab Saudi, Parlemen Mesir memutuskan mengadakan sidang pleno luar biasa pada Minggu.

Sidang tersebut bertujuan membahas perkembangan regional dan posisi Mesir dalam menjaga keamanan serta stabilitas Arab Saudi.

Menurut laporan tersebut, penyelenggaraan sidang ini merupakan bagian dari penegasan dukungan Mesir terhadap Arab Saudi sekaligus kesiapan Kairo mengambil langkah-langkah dukungan jika diminta oleh Riyadh.

Sebelumnya, el-Sisi menyatakan bahwa Kairo siap membela Arab Saudi apabila Riyadh memintanya. Ia juga mengemukakan kemungkinan memperluas kerja sama pertahanan Mesir dengan aliansi tiga negara yang terdiri atas Arab Saudi, Turki, dan Pakistan.

El-Sisi sebelumnya telah meminta agar parlemen mengadakan sidang darurat untuk membahas pemberian wewenang kepada pemerintah Mesir untuk membela Arab Saudi jika diminta oleh Riyadh.

"Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Yaman, Yahya Ali al-Ra'i, memperingatkan Mesir agar tidak terlibat dalam operasi militer di Yaman. Al-Ra'i menilai keterlibatan Mesir dapat mengancam keamanan nasional dan stabilitas dalam negeri negara tersebut. Ia menyebut Arab Saudi telah berperang dan memblokade Yaman selama lebih dari 12 tahun serta meningkatkan serangan udara."(Sail)