Pengunjuk Rasa di Albania Menuntut Pengunduran Diri Perdana Menteri
-
Demonstrasi di Albania
Pars Today - Pengunjuk rasa di Albania untuk hari kelima berturut-turut melanjutkan protes mereka dan menegaskan tuntutan mereka agar Edi Rama diberhentikan dari jabatan perdana menteri.
Menurut laporan IRNA dari kantor berita AFP, Minggu, 18 Oktober 2026, ratusan pengunjuk rasa yang sebagian menutupi wajah mereka berkumpul pada Sabtu (17/10) siang di depan Kementerian Pendidikan di Tirana, ibu kota Albania, dan cakupan protes kemudian meluas ke seluruh kota.
Pengunjuk rasa melemparkan batu ke arah polisi dan membakar tempat-tempat sampah untuk digunakan sebagai penghalang guna mencegah majunya polisi. Pasukan polisi juga dengan menggunakan kendaraan penyemprot air dan gas air mata membubarkan massa untuk sementara waktu.
Tirana sejak hari Selasa menjadi panggung demonstrasi penuh kekerasan yang di dalamnya ribuan pengunjuk rasa akibat kondisi universitas dan uang kuliah yang berat, menuntut pengunduran diri Edi Rama.
Laporan-laporan menunjukkan cakupan protes melampaui Tirana dan mencakup kota-kota lain juga. Kemarahan publik terhadap rencana proyek wisata "Jared Kushner", menantu Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, di pesisir Albania juga menambah ketidakpuasan; proyek yang oleh para penentangnya dianggap sebagai simbol korupsi dan meningkatnya ketimpangan ekonomi.
"Pengunjuk rasa di Albania untuk hari kelima berturut-turut melanjutkan protes dan menegaskan tuntutan agar Edi Rama diberhentikan dari jabatan perdana menteri. Ratusan pengunjuk rasa, sebagian bertopeng, berkumpul Sabtu siang di depan Kementerian Pendidikan di Tirana, lalu protes meluas ke seluruh kota. Mereka melemparkan batu ke polisi dan membakar tempat sampah sebagai penghalang; polisi menggunakan kendaraan penyemprot air dan gas air mata untuk membubarkan massa sementara."(Sail)