Lavrov: Negara Pesisir Harus Jadi Penentu Akhir Keamanan Teluk Persia
https://parstoday.ir/id/news/world-i198898-lavrov_negara_pesisir_harus_jadi_penentu_akhir_keamanan_teluk_persia
Pars Today – Menteri Luar Negeri Rusia dengan merujuk pada perkembangan di kawasan mengatakan: Negara-negara pesisir Teluk Persia harus memiliki suara terakhir dalam menentukan bagaimana menjamin pembangunan aman kawasan vital dan strategis dunia ini.
(last modified 2026-10-18T14:56:40+00:00 )
Okt 18, 2026 21:52 Asia/Jakarta
  • Sergei Lavrov, menlu Rusia
    Sergei Lavrov, menlu Rusia

Pars Today – Menteri Luar Negeri Rusia dengan merujuk pada perkembangan di kawasan mengatakan: Negara-negara pesisir Teluk Persia harus memiliki suara terakhir dalam menentukan bagaimana menjamin pembangunan aman kawasan vital dan strategis dunia ini.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, Sergei Lavrov, Menteri Luar Negeri Rusia, pada hari Minggu (18/10) dalam Pertemuan ke-9 "Dialog Strategis" antara Rusia dan Dewan Kerja Sama Teluk Persia yang diselenggarakan pada tingkat para menteri luar negeri negara-negara tersebut di Manama, ibu kota Bahrain, juga mengingatkan kembali rencana Moskow tentang "konsep keamanan kolektif di kawasan Teluk Persia".

 

Ia menambahkan: Tujuan dari rencana yang diusulkan Rusia adalah menciptakan kondisi untuk dialog langsung antara negara-negara kawasan Teluk Persia termasuk negara-negara pesisir dan tetangga-tetangganya seperti Irak dan Yordania.

 

Menteri Luar Negeri Rusia menyatakan: Dalam kerangka rencana yang diusulkan Moskow, aktor-aktor kawasan seperti Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam juga dapat memainkan peran dalam jalur ini dan jika negara-negara berkepentingan menginginkannya, anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa juga dapat bertindak untuk membantu memperkuat proses ini.

 

Ia melanjutkan: Rencana Rusia untuk "konsep keamanan kolektif di kawasan Teluk Persia" yang baru-baru ini diperbarui, dalam dekade-dekade terakhir telah dikaji dan dirumuskan dalam interaksi dengan lingkaran-lingkaran politik, akademis, dan keahlian negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk Persia.

 

Krisis kawasan disebabkan oleh agresi tanpa alasan Amerika dan Israel terhadap Iran

 

Lavrov dengan menyatakan bahwa efektivitas interaksi Rusia dan negara-negara Arab Teluk Persia sangat bergantung pada stabilitas kawasan, mengatakan: Hari ini kami berbicara secara komprehensif tentang masalah-masalah paling mendesak di Asia Barat; khususnya situasi kawasan Teluk Persia di mana krisis militer-politik serius masih berlanjut.

 

Ia yang berbicara di hadapan para menteri luar negeri negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk Persia, menyatakan: Krisis ini disebabkan oleh agresi tanpa alasan Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam Iran yang telah menyebabkan munculnya reaksi berantai di pusat-pusat ketegangan lain di seluruh Asia Barat.

 

Rusia mendukung upaya-upaya untuk mencegah kembalinya perang total di kawasan

 

Menteri Luar Negeri Rusia mencatat: Moskow mendukung upaya-upaya yang sedang dilakukan untuk perdamaian – termasuk tindakan-tindakan yang dilakukan oleh negara-negara yang hadir dalam Pertemuan Manama – dengan tujuan mencegah kembalinya perang total di kawasan.

 

Lavrov selanjutnya dengan merujuk pada fakta bahwa format "Dialog Strategis" Rusia dan Dewan Kerja Sama Teluk Persia terbentuk sekitar 15 tahun lalu di Abu Dhabi, mengatakan: Memperkuat hubungan multilateral dan saling menguntungkan dengan negara-negara anggota dewan ini adalah salah satu prioritas kebijakan luar negeri dan diplomasi Rusia.

 

Ia melanjutkan: Federasi Rusia memiliki kontak-kontak reguler, aktif, dan tingkat tinggi dengan seluruh negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk Persia yang merupakan kekuatan pendorong kuat untuk memajukan hubungan kami secara menyeluruh.

 

Menteri Luar Negeri Rusia mengatakan: Proses positif dalam kerja sama bilateral Rusia dan negara-negara Arab Teluk Persia dengan upaya-upaya bersama untuk melaksanakan "Program Aksi Bersama untuk Dialog Strategis (2023-2028)" – yang disahkan setelah Pertemuan ke-6 Dialog Strategis di Moskow – semakin diperkuat.

 

Pertemuan ke-9 para menteri luar negeri dalam kerangka Dialog Strategis Rusia dan Dewan Kerja Sama Negara-negara Arab Teluk Persia (P-GCC) hari ini Minggu, (18/10) diselenggarakan di Manama, ibu kota Bahrain.

 

Dalam pertemuan ini kedua belah pihak bertukar pikiran mengenai berbagai masalah internasional dan kawasan, termasuk situasi kawasan Teluk Persia.

 

Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Lavrov dalam kelanjutan perjalanan kawasannya pada hari Senin, 19 Oktober akan melakukan perjalanan ke Tehran dengan tujuan berkonsultasi dengan Sayid Abbas Araghchi, mitranya dari Iran. (MF)