Jerman: Kami Tak Lagi Punya Kapasitas untuk Membantu Ukraina
-
Jerman dan Ukraina
Pars Today - Ketua Komite Urusan Luar Negeri Jerman mengatakan bahwa negaranya telah memberikan semua bantuan yang mampu disediakan untuk mendukung sistem pertahanan udara Ukraina. Saat ini, Jerman tidak memiliki kapasitas tambahan untuk memberikan bantuan baru.
Menurut laporan ISNA, Minggu, 18 Oktober 2026, Armin Laschet, Ketua Komite Urusan Luar Negeri Bundestag (Parlemen Jerman), secara tegas menyampaikan kepada wartawan pada Minggu malam, “Kami telah menyediakan segala sesuatu yang memungkinkan untuk mendukung Ukraina.”
Ketika ditanya mengenai langkah tambahan yang dapat dilakukan militer Jerman atau industri pertahanan negara itu untuk mempersiapkan sistem pertahanan udara Ukraina menghadapi musim dingin, Laschet mengatakan, “Menurut saya, tidak ada lagi ruang untuk bermanuver. Pemerintah federal telah menghabiskan semua opsi yang tersedia, dan tidak ada kapasitas tambahan yang dapat segera dikerahkan untuk membantu Ukraina.”
Politikus Jerman itu juga ditanya mengenai keinginan Ukraina untuk menggunakan senjata jarak jauh dalam serangan ke wilayah Rusia yang jauh dari garis depan. Namun, ia tidak memberikan jawaban langsung. Sebaliknya, ia merujuk pada sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
“Trump telah mendesak keras Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky agar tidak menyerang kilang minyak dan fasilitas produksi bahan bakar diesel Rusia. Saya berpendapat bahwa untuk saat ini, kita harus berfokus pada upaya meredakan ketegangan,” ujarnya.
Laschet menambahkan bahwa memburuknya hubungan dengan Amerika Serikat dapat merugikan Ukraina. Karena itu, menurutnya, Kyiv perlu mempertahankan dukungan Washington, khususnya akses terhadap layanan satelit dan intelijen Starlink.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa keputusan mengenai sasaran serangan berada di tangan pihak Ukraina. “Kami tidak dapat memberikan saran kepada mereka mengenai hal ini. Saya sebelumnya telah menyampaikan pandangan saya tentang perlunya menahan diri,” katanya.
Pada Jumat, Donald Trump mengatakan bahwa dirinya maupun Elon Musk, pemilik perusahaan SpaceX, tidak membatasi layanan sistem komunikasi satelit militer Starshield di Ukraina.
Namun, kantor berita Axios pada Kamis sebelumnya melaporkan, dengan mengutip seorang pejabat Ukraina, bahwa layanan Starlink dan Starshield di seluruh Ukraina telah kembali beroperasi pada kapasitas penuh.
“Armin Laschet menyatakan Jerman telah memberikan seluruh bantuan yang mampu disediakannya untuk mendukung pertahanan udara Ukraina dan tidak memiliki kapasitas tambahan yang dapat segera dikerahkan. Laschet menilai Ukraina perlu berfokus pada pengurangan ketegangan dan menjaga hubungan dengan Amerika Serikat, termasuk mempertahankan akses ke layanan Starlink.”(Sail)