Dampak Ekonomi Perang Lawan Iran terhadap Warga Amerika
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i198886-dampak_ekonomi_perang_lawan_iran_terhadap_warga_amerika
Pars Today – Kenaikan harga bahan bakar akibat perang Amerika terhadap Iran telah menaikkan biaya produksi dan pengangkutan barang serta memperburuk kekhawatiran tentang kenaikan lebih lanjut harga bahan makanan dan produk-produk lainnya; sementara sebagian perusahaan hingga kini telah menyerap biaya-biaya tambahan, para pakar memperingatkan bahwa berlanjutnya mahalnya energi dapat memberikan tekanan lebih besar terhadap konsumen Amerika.
(last modified 2026-10-18T11:20:43+00:00 )
Okt 18, 2026 18:17 Asia/Jakarta
  • Dampak perang AS terhadap Iran bagi warga AS
    Dampak perang AS terhadap Iran bagi warga AS

Pars Today – Kenaikan harga bahan bakar akibat perang Amerika terhadap Iran telah menaikkan biaya produksi dan pengangkutan barang serta memperburuk kekhawatiran tentang kenaikan lebih lanjut harga bahan makanan dan produk-produk lainnya; sementara sebagian perusahaan hingga kini telah menyerap biaya-biaya tambahan, para pakar memperingatkan bahwa berlanjutnya mahalnya energi dapat memberikan tekanan lebih besar terhadap konsumen Amerika.

Menurut laporan IRNA yang mengutip surat kabar Amerika Seattle Times, lebih dari tujuh bulan setelah dimulainya perang Amerika terhadap Iran, lonjakan harga bahan bakar telah menaikkan biaya berkendara, perjalanan udara, dan pengangkutan barang serta memperburuk tekanan ekonomi terhadap rumah tangga Amerika menjelang pemilihan sela.

 

Mark Zandi, ekonom kepala Moody's Analytics, memperkirakan bahwa perang hingga kini telah menelan biaya hampir 2.000 dolar bagi setiap rumah tangga Amerika; termasuk 1.100 dolar kenaikan biaya energi, 540 dolar kenaikan biaya akibat suku bunga, dan 360 dolar biaya militer. Menurutnya, biaya energi dengan harga bahan bakar saat ini akan meningkat 50 dolar lagi setiap minggu.

 

Kenaikan harga bahan bakar dan tiket pesawat

 

Berdasarkan pengumuman Asosiasi Otomotif Amerika, sebelum perang harga rata-rata setiap galon bensin biasa adalah 2,98 dolar dan solar 3,76 dolar. Pada hari Jumat, harga bensin mencapai 4,33 dolar yang 45 persen lebih tinggi dari level sebelum perang. Harga solar juga dengan kenaikan 68 persen mencapai 6,33 dolar. Mahalnya solar menaikkan biaya pengangkutan barang dan memicu inflasi.

 

Harga bahan bakar pesawat juga meningkat dari 99 dolar per barel sebelum perang menjadi 209 dolar pada April dan pada September mencapai hampir 195 dolar. Perusahaan-perusahaan penerbangan dalam merespons kenaikan biaya, menaikkan harga tiket dan biaya tambahan serta menghapus beberapa penerbangan. Harga tiket pesawat pada September sekitar 22 persen lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu.

 

Tekanan terhadap harga bahan makanan dan barang-barang

 

Kementerian Pertanian Amerika meningkatkan prediksi kenaikan harga bahan makanan tahun ini dari 1,7 menjadi 2,4 persen. Kenaikan biaya bahan bakar, pupuk, penyimpanan dingin, dan transportasi merupakan faktor-faktor yang menekan harga. Namun, tidak jelas berapa besar kenaikan harga bahan makanan yang secara langsung terkait dengan perang; karena tarif, kondisi cuaca, dan biaya tenaga kerja juga berpengaruh.

 

Harga bahan makanan pada September sekitar 22 persen lebih tinggi dari lima tahun lalu. Para pakar memperingatkan bahwa buah-buahan dan sayuran segar mungkin akan lebih cepat menjadi mahal akibat biaya transportasi dan penyimpanan.

 

Selain itu, biaya layanan transportasi dan pergudangan barang-barang yang digunakan perusahaan pada September meningkat 10,2 persen dibandingkan tahun lalu. Perusahaan-perusahaan transportasi juga mengenakan biaya tambahan bahan bakar. Para pakar memperingatkan bahwa bahkan jika harga minyak turun, kenaikan permintaan liburan akhir tahun dan keterbatasan kapasitas pengangkutan barang mungkin akan tetap menahan biaya pengiriman muatan tetap tinggi. (MF)