Klaim Trump: Para Imigran Telah Merebut Prancis
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i198968-klaim_trump_para_imigran_telah_merebut_prancis
Pars Today – Presiden Amerika dalam reaksi terhadap kerusuhan di Prancis sekali lagi mengklaim bahwa para imigran telah merebut negara itu dan menuntut penutupan perbatasan secara cepat.
(last modified 2026-10-19T13:40:06+00:00 )
Okt 19, 2026 20:24 Asia/Jakarta
  • Trump
    Trump

Pars Today – Presiden Amerika dalam reaksi terhadap kerusuhan di Prancis sekali lagi mengklaim bahwa para imigran telah merebut negara itu dan menuntut penutupan perbatasan secara cepat.

Menurut laporan kantor berita Mehr yang mengutip New York Post, Donald Trump, Presiden Amerika, pada hari Senin (19/10) dalam sebuah pesan di jaringan sosial "Truth Social" sekali lagi mengklaim: Para imigran telah merebut Prancis. Mereka harus segera menutup perbatasan.

 

Pernyataan ini dilontarkan setelah akhir pekan yang penuh ketegangan di Prancis yang mengakibatkan penahanan setidaknya 2.400 orang dan beberapa kota besar di negara itu menyaksikan bentrokan antara demonstran dan polisi serta penjarahan toko-toko.

 

Protes awalnya terbentuk sebagai reaksi terhadap kondisi sistem pendidikan dan kenaikan biaya hidup, tetapi dalam kerusuhan tersebut, toko-toko mewah dan usaha-usaha lain di kota-kota termasuk Paris, Marseille, Lyon, dan Lille menjadi sasaran penjarahan.

 

Presiden Amerika juga dengan mengkritik jaringan Fox News, menilai liputan media jaringan ini terhadap rival-rival Demokrat terlalu berlebihan dan meminta para pendukungnya untuk mengikuti kampanye pemilihannya di Kansas dari jaringan lain.

 

Ia dalam pesan lain di jaringan sosial Truth Social menulis bahwa Fox News lebih dari sebelumnya dalam sejarahnya membela Demokrat dan memberikan tribune bagi pandangan-pandangan mereka. Trump menyebut pendekatan jaringan ini "konyol" dan mengklaim bahwa Fox News berusaha terlalu keras untuk bertindak benar secara politik.

 

Presiden Amerika juga meminta para pendukungnya alih-alih Fox News, mengikuti kampanye pemilihannya di negara bagian Kansas melalui jaringan "Right Side Broadcasting".

 

Kritik ini dilontarkan sebagai kelanjutan dari perselisihan sebelumnya Trump dengan Fox News; jaringan yang secara tradisional dekat dengan pandangan-pandangan konservatif dan mendukung program-program Trump, tetapi kadang-kadang juga menghadapi kritik terbukanya. (MF)