Demonstran Albania Bakar Gedung Pemerintah, Desak Rama Mundur
https://parstoday.ir/id/news/world-i198650-demonstran_albania_bakar_gedung_pemerintah_desak_rama_mundur
Pars Today - Demonstran antipemerintah di Albania bentrok dengan polisi antihuru-hara, merusak sejumlah gedung pemerintah, dan membakar bangunan-bangunan tersebut.
(last modified 2026-10-15T06:03:48+00:00 )
Okt 15, 2026 12:57 Asia/Jakarta
  • Demonstran Albania Bakar Gedung Pemerintah
    Demonstran Albania Bakar Gedung Pemerintah

Pars Today - Demonstran antipemerintah di Albania bentrok dengan polisi antihuru-hara, merusak sejumlah gedung pemerintah, dan membakar bangunan-bangunan tersebut.

Menurut laporan IRNA yang mengutip Agence France-Presse (AFP), Kamis, 15 Oktober 2026, ribuan demonstran berkumpul pada Rabu (14/10) malam di Tirana, ibu kota Albania. Mereka menuntut perbaikan kondisi universitas dan pengunduran diri Perdana Menteri Albania, Edi Rama. Di tengah aksi tersebut, sekelompok demonstran terlibat bentrokan dengan polisi antihuru-hara.

Polisi menggunakan meriam air dan gas air mata. Sementara itu, para demonstran menyerang kantor-kantor pemerintah dan toko-toko di pusat kota, memecahkan kaca jendela, serta membakar sejumlah bangunan.

Dalam bentrokan dengan polisi, para demonstran melemparkan batu dan bom molotov, membakar tempat sampah, serta menggunakan pagar pembatas jalan untuk membuat barikade.

Para demonstran juga menyerang Kementerian Keuangan. Mereka menggunakan pagar pembatas untuk memecahkan jendela dan pintu. Beberapa orang bahkan sempat memasuki gedung tersebut dalam waktu singkat.

Setelah dipukul mundur oleh polisi, para demonstran bergerak menuju kantor perdana menteri. Di sana, mereka melemparkan batu ke arah gedung sehingga polisi kembali menggunakan meriam air.

Sejumlah bank juga menjadi sasaran serangan. Kaca etalase banyak toko di pusat kota turut pecah.

Pada Rabu malam, kepolisian Albania mengumumkan bahwa 14 petugas terluka dan 35 demonstran ditangkap.

Pada Selasa (13/10), enam petugas juga terluka dan 16 demonstran ditangkap.

Menteri Dalam Negeri Albania, Ervin Demo, mengatakan bahwa ia memahami kekhawatiran mahasiswa. Namun, ia menyalahkan apa yang disebutnya sebagai “tangan jahat pihak asing” atas aksi kekerasan tersebut.

Ia menyatakan, “Kepada mereka yang saat ini membakar dan merusak fasilitas publik maupun properti pribadi, saya katakan: mundurlah sebelum semuanya terlambat.”

Uni Eropa menyampaikan keprihatinan atas apa yang disebutnya sebagai “eskalasi kekerasan dalam demonstrasi di Tirana”.

Uni Eropa juga mendesak agar tuduhan mengenai penggunaan kekuatan berlebihan oleh polisi segera diselidiki. Selain itu, organisasi tersebut meminta “semua pihak” untuk meredakan ketegangan.

Demonstrasi ini awalnya dipicu oleh pelaksanaan proyek pariwisata mewah di Albania selatan yang terkait dengan keluarga Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Namun, aksi tersebut kini berkembang menjadi demonstrasi antipemerintah di tengah tuntutan berulang agar Rama mengundurkan diri.

"Demonstrasi di Tirana, Albania, berkembang menjadi aksi antipemerintah yang diwarnai bentrokan, pembakaran gedung, dan perusakan fasilitas umum. Polisi melaporkan 14 petugas terluka dan 35 demonstran ditangkap pada Rabu malam. Selain menuntut perbaikan kondisi universitas, para demonstran mendesak Perdana Menteri Edi Rama mundur. Uni Eropa menyerukan peredaan ketegangan dan penyelidikan atas dugaan penggunaan kekuatan berlebihan oleh polisi. Aksi tersebut bermula dari penolakan terhadap proyek pariwisata mewah yang dikaitkan dengan keluarga Donald Trump."(Sail)