Ghalibaf: Berperang atau Berunding, Kami Siap!
Ketua Parlemen Republik Islam Iran menegaskan, “Ketika saya mengatakan bahwa kita berperang sekaligus berunding, bukan berarti kita akan berperang tanpa akhir atau terus-menerus berunding. Maksud kami adalah melancarkan perang hingga musuh berada dalam keadaan buntu dan terpaksa menerima tuntutan sah bangsa Iran.”
Menurut Pars Today, mengutip IRNA, Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Republik Islam Iran, dalam dialog video dengan rakyat Iran pada Rabu malam mengatakan, “Jika kita berpikir bahwa kita hanya perlu berperang, meningkatkan ketegangan, dan dengan cara itu membuat musuh serta Amerika Serikat kelelahan, lalu mereka akan menghentikan serangan berikutnya dan menyesal, tentu saja bukan demikian kenyataannya. Seperti yang pernah disampaikan oleh pemimpin kita yang gugur sebagai syahid, mereka datang untuk menelan Iran. Mereka selalu mengatakan bahwa mereka memiliki kepentingan di Teluk Persia. Mereka akan tetap berada di sini sampai tujuan dan kepentingan mereka tercapai.”
Ketua Parlemen Iran menegaskan, “Kita harus menjadi begitu kuat sehingga Amerika Serikat, dunia, dan kawasan memahami bahwa mereka tidak akan dapat mencapai tujuan mereka. Pada saat itulah kita mencapai daya tangkal yang berkelanjutan. Daya tangkal tercipta ketika kita begitu kuat dan telah membuktikan kekuatan tersebut kepada seluruh aktor di kawasan maupun dunia, sehingga tidak seorang pun berani menyerang kita.”
Ia mengatakan, “Tidak seorang pun boleh berani menyerang kita. Siapa pun yang terpikir untuk melakukan tindakan bodoh itu hendaknya melihat pengalaman yang telah terjadi dan memahami bahwa Iran adalah negara yang kuat. Mereka tidak akan mampu berhadapan langsung dengan Iran atau berdiri melawannya.”
Ketua Parlemen Iran menyatakan, “Kita harus menanamkan keyakinan tentang kuatnya Iran dalam benak musuh. Kita sendiri harus kuat dan memiliki iman serta keyakinan terhadap hal itu. Di sisi lain, musuh juga harus merasakan bahwa kita kuat. Untuk mencapai tujuan ini, kita berperang sekaligus berunding.”
Ghalibaf menambahkan, “Ketika Presiden Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman Islamabad, seluruh dunia mengatakan bahwa Iran telah memenangkan perang ini. Pada kenyataannya, kita telah mencatat kemenangan di medan perang dan mengukuhkannya dari sisi hukum dan politik. Persepsi publik inilah yang memperkuat daya tangkal kita.”
Ghalibaf menjelaskan, “Kita harus selalu siap pada waktu yang tepat untuk berperang sekaligus berunding. Baik perundingan maupun perang merupakan instrumen untuk mencapai daya tangkal. Satu-satunya cara untuk menjauhkan ancaman dari negara adalah mencapai daya tangkal yang berkelanjutan.”
Mengenai proposal yang telah diajukan, Ketua Parlemen Iran mengatakan, “Saya tegaskan kembali apa yang telah kami sampaikan sebelumnya: Presiden Amerika Serikat telah memberikan komitmen, tetapi kemudian melanggarnya. Amerika Serikat telah mengingkari janji. Amerika Serikat harus dihukum dan mengubah perilakunya. Mereka harus benar-benar memahami bahwa mereka harus mencapai kesepakatan dengan bangsa Iran dan menerima tuntutan sah bangsa Iran.”