Asia Times: Perang Iran Bawa AS ke Kebuntuan
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i198554-asia_times_perang_iran_bawa_as_ke_kebuntuan
Pars Today – Basis berita "Asia Times" menulis bahwa provokasi perang di Iran telah mengungkap celah strategis dalam gudang senjata Amerika dan menyebabkan melemahnya kemampuan pencegahan negara ini.
(last modified 2026-10-13T12:12:01+00:00 )
Okt 13, 2026 19:09 Asia/Jakarta
  • Bom Amerika
    Bom Amerika

Pars Today – Basis berita "Asia Times" menulis bahwa provokasi perang di Iran telah mengungkap celah strategis dalam gudang senjata Amerika dan menyebabkan melemahnya kemampuan pencegahan negara ini.

Menurut laporan Kantor Berita Mehr, basis berita "Asia Times" mengungkapkan bahwa provokasi perang Amerika-Zionis di Iran, telah menunjukkan celah yang mendalam dan nyata dalam strategi perang Amerika.

 

Laporan ini menambahkan bahwa konsekuensi konfrontasi ini dan tekanan berkelanjutan pada cadangan persenjataan, telah melemahkan kemampuan pencegahan Amerika dan mengubah Washington menjadi sekutu yang kurang mampu dan kurang dapat dipercaya di kancah internasional.

 

Menurut tulisan laporan ini, kekurangan rudal pencegat, telah memaksa para komandan militer Amerika untuk mengambil keputusan-keputusan lapangan yang sulit; di antara keputusan-keputusan ini adalah tidak menggunakan sistem pencegat dalam beberapa serangan, dengan tujuan mempertahankan cadangan terbatas dari sistem pertahanan dan rudal pertahanan negara ini.

 

Asia Times merujuk pada kontrak-kontrak terbaru Kementerian Perang Amerika (Pentagon) yang mencerminkan dimensi tantangan dan keausan berat gudang persenjataan negara ini. Pentagon selama beberapa hari terakhir mengumumkan kontrak senilai 24,4 miliar dolar dengan perusahaan "Raytheon" untuk mempercepat produksi rudal "SM-6". Hal ini terjadi sementara sebelumnya kontrak lain senilai 20,7 miliar dolar untuk rudal "AMRAAM" dan juga kesepakatan besar senilai 58,6 miliar dolar untuk rudal "Patriot" dengan perusahaan "Lockheed Martin" telah ditandatangani.

 

Situs web ini menyatakan bahwa tujuan keseluruhan dari kontrak-kontrak besar ini adalah upaya untuk mengkompensasi cadangan yang telah dikosongkan akibat perang. Asia Times pada saat yang sama menekankan bahwa penandatanganan kontrak-kontrak ini sama sekali tidak berarti kembalinya rudal-rudal yang telah dikonsumsi secara instan ke gudang senjata militer, karena proses produksi dan penyediaan persenjataan memerlukan waktu yang lama.

 

Laporan ini di akhir menekankan bahwa penarikan strategis dan keausan yang meningkat dari cadangan pertahanan udara, telah menempatkan komando Amerika di hadapan kebuntuan yang nyata dan secara langsung mempengaruhi komitmen militer Washington terhadap sekutu-sekutunya di kawasan dan dunia. (MF)