Rudal Rusia Hantam Kapal Logistik Militer Ukraina di Odesa
https://parstoday.ir/id/news/world-i198466-rudal_rusia_hantam_kapal_logistik_militer_ukraina_di_odesa
Pars Today - Angkatan Bersenjata Rusia melancarkan serangan presisi yang berhasil menghantam sebuah kapal kargo pembawa pasokan militer untuk tentara Ukraina di lepas pantai Pelabuhan Odesa.
(last modified 2026-10-12T07:45:43+00:00 )
Okt 12, 2026 14:42 Asia/Jakarta
  • Serangan rudal Rusia ke kapal logistrik militer Ukraina
    Serangan rudal Rusia ke kapal logistrik militer Ukraina

Pars Today - Angkatan Bersenjata Rusia melancarkan serangan presisi yang berhasil menghantam sebuah kapal kargo pembawa pasokan militer untuk tentara Ukraina di lepas pantai Pelabuhan Odesa.

Berdasarkan laporan dari kantor berita Ria Novosti yang dikutip oleh Mehr News, Senin (12/10/2026), Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi bahwa kapal curah tersebut dibidik ketika sedang melintasi jalur laut menuju pelabuhan strategis tersebut. Rusia mengeklaim kapal kargo itu mengangkut muatan senjata dan peralatan militer yang dikirim untuk menyokong kebutuhan garis depan Kiev.

Selain menyasar armada laut, dalam manifes operasi militer yang sama, pasukan Rusia juga berhasil menghancurkan empat lokomotif kereta api yang digunakan oleh militer Ukraina di wilayah Dnipro. Serangan terhadap infrastruktur transportasi darat tersebut dilaporkan sukses dieksekusi dengan mengerahkan kawanan pesawat tanpa awak (drone) tempur.

Konflik bersenjata ini dilaporkan kian bergolak dan memasuki fase yang jauh lebih dinamis. Baik Kiev maupun Moskow kini tampak semakin agresif melipatgandakan intensitas serangan udara lintas batas, dengan fokus utama melumpuhkan simpul logistik, pelabuhan, dan jaringan energi lawan.

Rentetan pertempuran yang tak kunjung reda di tahun kedua masa jabatan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terus memicu sorotan tajam. Situasi ini dinilai berbanding terbalik dengan janji kampanye Trump yang sempat mengeklaim sanggup menghentikan perang Ukraina dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Berlanjutnya aksi saling serang di medan laga ini pun dianggap memicu keraguan publik internasional terhadap efektivitas diplomasi Washington.(Sail)