Baghaei: Eropa Terlibat Menyerang Keadilan terkait Sanksi ICC
https://parstoday.ir/id/news/iran-i198348-baghaei_eropa_terlibat_menyerang_keadilan_terkait_sanksi_icc
Pars Today - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran  menilai kelalaian Eropa atas sanksi terhadap Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan ancaman Amerika untuk membongkarnya "bata demi bata" sebagai keterlibatan dalam serangan terhadap hukum dan keadilan.
(last modified 2026-10-11T04:04:35+00:00 )
Okt 11, 2026 12:38 Asia/Jakarta
  • Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran
    Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran

Pars Today - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran  menilai kelalaian Eropa atas sanksi terhadap Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan ancaman Amerika untuk membongkarnya "bata demi bata" sebagai keterlibatan dalam serangan terhadap hukum dan keadilan.

Melansir IRNA, Minggu, 11 Oktober 2026, Esmaeil Baghaei hari Minggu sebagai respons terhadap sanksi baru Amerika terhadap Mahkamah Pidana Internasional dan ancaman untuk membongkarnya, di jaringan X menulis, "Marco Rubio telah mengancam bahwa jika sekutu-sekutu Amerika tidak mengekang Mahkamah Pidana Internasional, Washington akan membongkarnya "bata demi bata".

Ia melanjutkan, "Tolong ingat dekade 1930-an: tatanan internasional tidak hanya runtuh akibat agresi, melainkan juga ketika penggunaan kekuatan dinormalisasi dan dunia diam terhadapnya."

Baghaei menambahkan, "Kita harus bertanya kepada Eropa: Apakah berdiri di samping seorang sekutu berarti membela hukum internasional dan tatanan normatif-institusional pasca-Perang Dunia Kedua, atau bersamanya membongkarnya?!"

Jubir Kemenlu Iran menegaskan, "Jika hukum dan keadilan dikorbankan untuk menyenangkan sekutu yang agresif dan sewenang-wenang, berbicara tentang hak asasi manusia dan tatanan internasional berbasis aturan tidak akan lebih dari sekadar slogan kosong."

"Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, merespons sanksi baru AS terhadap Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan ancaman Menlu AS Marco Rubio untuk membongkar ICC 'bata demi bata' jika sekutu AS tidak mengekangnya. Baghaei mengingatkan dekade 1930-an: tatanan internasional runtuh bukan hanya karena agresi, tetapi ketika penggunaan kekuatan dinormalisasi dan dunia diam."(Sail)