Baghaei: Klaim Rubio Adalah Proyeksi; AS Bertanggung Jawab atas Ketidakamanan Kawasan
-
Jubir Kemenlu Iran, Esmail Baghaei
Pars Today - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran dalam menanggapi klaim Menteri Luar Negeri Amerika tentang hilangnya kesempatan kesepakatan oleh Iran, menekankan: Pemutarbalikan fakta sejarah tidak dapat menyembunyikan kenyataan pelanggaran perjanjian Amerika yang berulang.
Menurut laporan Pars Today yang dikutip dari Kantor Berita IRIB, Esmail Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran dalam menjawab klaim Marco Rubio, Menteri Luar Negeri Amerika, bahwa "Iran telah beberapa kali kehilangan kesempatan kesepakatan", mengatakan: Pemutarbalikan fakta sejarah tidak dapat menyingkirkan kenyataan pelanggaran perjanjian Amerika yang berulang dari pikiran opini publik.
Baghaei dengan merujuk pada pelanggaran janji Amerika yang berulang termasuk penarikan sepihak dari kesepakatan nuklir pada 2018, perusakan proses-proses diplomatik dan agresi militer terhadap Iran selama negosiasi dan selanjutnya pelanggaran nota kesepahaman tertanggal 28 Khordad, menilai Amerika bertanggung jawab atas ketidakamanan yang ada di kawasan dan konsekuensi ekonominya di Amerika dan dunia dan menekankan: Proyeksi dan ketidakstabilan ucapan tidak dapat membayangi tuntutan opini publik Amerika dan dunia untuk meminta pertanggungjawaban para penyebab perang ilegal dan kejahatan yang dilakukan.
Ia juga tentang perkembangan terakhir dalam negosiasi Iran-Amerika mengatakan: Pertimbangan dan syarat-syarat Republik Islam Iran untuk mengakhiri perang paksaan di semua front dan mengembalikan keamanan ke kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz, telah dijelaskan secara eksplisit dan tegas dan sesuai dengan proposal-proposal pihak lawan juga respons yang diperlukan akan diberikan melalui para mediator.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran tentang proses-proses diplomatik terkait dengan masalah perdamaian dan keamanan kawasan termasuk pelayaran komersial di Selat Hormuz mengatakan: Pentingnya keamanan pelayaran di Selat Hormuz, yang sayangnya telah terganggu akibat kejahatan-kejahatan Amerika, tentu bagi Republik Islam Iran lebih besar dari pihak lain mana pun. Atas dasar ini, Iran dalam konsultasi dengan Oman sebagai pemerintah pesisir lainnya di jalur perairan ini, tidak menyia-nyiakan upaya apa pun untuk mengembalikan keamanan ke Selat Hormuz.
Ia menegaskan: Proses konsultasi antara Iran dan Oman telah dilakukan dengan baik dan kedua pihak selain sepakat tentang koordinat geografis jalur-jalur aman perjalanan pulang-pergi di Selat Hormuz, juga telah memahami tentang cara mengomunikasikan masalah ini di tingkat otoritas internasional terkait yang akan segera dilakukan. (MF)