Artikel Ilmiah Ilmuwan Nuklir Iran Diterbitkan di Jurnal Internasional Terkemuka
Artikel ilmiah karya syahid Dr. Seyyed Amirhossein Feqhi, ilmuwan nuklir Iran sekaligus anggota staf akademik Universitas Shahid Beheshti, diterbitkan dalam jurnal internasional bereputasi, AIP Advances, satu tahun setelah beliau gugur dalam serangan Israel terhadap Iran.
Menurut Pars Today, mengutip kantor berita IRNA, artikel tersebut membahas perancangan dan pembuatan struktur magnetik canggih untuk sumber penghasil proton. Penelitian ini menawarkan solusi untuk mengurangi konsumsi energi, memperkecil ukuran peralatan, dan meningkatkan kinerja sistem yang digunakan dalam teknologi nuklir.
Publikasi penelitian ilmuwan nuklir Iran sekaligus anggota staf akademik Universitas Shahid Beheshti itu di jurnal internasional bereputasi AIP Advances, lebih dari satu tahun setelah beliau gugur dalam serangan Israel terhadap Iran, kembali mengukuhkan nama ilmuwan Iran tersebut di kalangan peneliti internasional dalam bidang sains dan teknologi.
Amirhossein Feqhi lahir pada 20 Shahrivar 1357 kalender Hijriah Syamsiah (11 September 1978). Beliau merupakan profesor penuh di Fakultas Teknik Nuklir sekaligus kepala Institut Sains, Teknologi, dan Nuklir Universitas Shahid Beheshti.
Beliau meraih gelar doktor di bidang Teknik Nuklir dengan spesialisasi energi. Selain mengajar di universitas, beliau juga pernah menjabat sebagai kepala kelompok aplikasi radiasi, wakil Kepala Organisasi Energi Atom Iran, serta kepala Institut Sains, Teknologi, dan Nuklir.
Dalam perjalanan akademik dan penelitiannya, ilmuwan muda Iran ini meraih sejumlah penghargaan, antara lain sebagai peneliti terpilih Universitas Shahid Beheshti pada 2015, dosen teladan universitas tersebut pada 2011, peneliti terbaik universitas pada 2010, serta peringkat kedua untuk penelitian terapan dalam Festival Internasional Khwarizmi ke-23 pada 2009.
Feqhi gugur sebagai syahid pada Jumat, 23 Khordad 1404 kalender Hijriah Syamsiah (13 Juni 2025), setelah serangan udara Israel menghantam rumahnya di Teheran.