Yaman: Pendukung Saudi Adalah Kaki Tangan dalam Kejahatannya
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i198346-yaman_pendukung_saudi_adalah_kaki_tangan_dalam_kejahatannya
Pars Today - Kementerian Luar Negeri Yaman menegaskan bahwa rezim Saudi-lah yang mengakhiri fase pengurangan ketegangan dan para pendukungnya adalah kaki tangan dalam kejahatannya.
(last modified 2026-10-10T17:31:57+00:00 )
Okt 11, 2026 00:22 Asia/Jakarta
  • Gedung Kementerian Luar Negeri Yaman
    Gedung Kementerian Luar Negeri Yaman

Pars Today - Kementerian Luar Negeri Yaman menegaskan bahwa rezim Saudi-lah yang mengakhiri fase pengurangan ketegangan dan para pendukungnya adalah kaki tangan dalam kejahatannya.

Melansir kantor berita Tasnim, Sabtu, 10 Oktober 2026, teks pernyataan Kementerian Luar Negeri Yaman adalah sebagai berikut:

Rezim Saudi-lah yang menutup Bandara Internasional Sanaa. Ia mengakhiri fase pengurangan ketegangan dengan menargetkan Bandara Sanaa pada 13 Juli lalu untuk mencegah tibanya sebuah penerbangan kemanusiaan.

Dalam sidang Dewan Keamanan, kami menyaksikan manipulasi (perwakilan pemerintahan boneka Aden).

Upaya sebagian pihak untuk memaksakan pendudukan Saudi atas Yaman, adalah mustahil dan tidak dapat diterima, bahkan jika konflik meningkat ke tingkat tertinggi dan dengan segala konsekuensinya.

Kami menyambut poin-poin positif dalam pernyataan perwakilan Rusia dan Tiongkok di Dewan Keamanan PBB.

Siapa pun yang memberikan legitimasi kepada rezim kriminal Saudi yang dengan jet tempur dan rudalnya mengaum di seluruh provinsi Yaman, adalah kaki tangan dalam seluruh kejahatan rezim ini.

Siapa pun yang ingin mencabut dan melanggar hak sah Yaman untuk merespons kejahatan rezim Saudi terhadap Yaman, adalah kaki tangan dalam seluruh kejahatannya.

Tindakan rezim Saudi dalam mengubah Bab al-Mandab dan wilayah sekitarnya menjadi medan operasi militer menyebabkan wilayah penting dunia itu kehilangan keamanan dan stabilitasnya.

Kelanjutan operasi militer di Bab al-Mandab akan merugikan pergerakan perdagangan dan rezim Saudi bertanggung jawab atas konsekuensinya.

Orang-orang berakal di dunia harus memaksa rezim Saudi untuk melepaskan Yaman dan mengakhiri semua tindakan bermusuhan terhadap negara ini serta memperlakukannya berdasarkan prinsip bertetangga baik, yang dalam hal itu semua perang dan konflik akan berakhir.

“Kementerian Luar Negeri Yaman menegaskan rezim Saudi-lah yang mengakhiri fase pengurangan ketegangan dengan menargetkan Bandara Internasional Sanaa pada 13 Juli lalu untuk mencegah tibanya penerbangan kemanusiaan. Dalam sidang Dewan Keamanan, Kemenlu Yaman menyaksikan manipulasi dari perwakilan pemerintahan boneka Aden.”(Sail)