"Jauhi Bandara": Peringatan AS-Inggris, 221 Penerbangan Dibatalkan di Riyadh
-
Bendera Amerika
Pars Today - Setelah penargetan Bandara King Khalid di Riyadh, Amerika dan Inggris mengeluarkan peringatan keamanan bagi warga mereka di Arab Saudi.
Melansir kantor berita Mehr dari kantor berita Al Jazeera, Sabtu, 10 Oktober 2026, setelah penargetan Bandara King Khalid di Riyadh, Kedutaan Amerika di Arab Saudi dalam sebuah pernyataan mengumumkan, “Kami mengetahui adanya serangan ke Bandara King Khalid di Riyadh.”
Dalam pernyataan yang dikeluarkan Kedutaan Amerika di Riyadh dalam kaitan ini ditambahkan, “Kami sangat menyarankan warga kami untuk menjauh dari tempat itu.”
Menurut Al Jazeera, Kedutaan Inggris di Riyadh juga dalam sebuah pernyataan mengumumkan, “Kami menyarankan warga kami, menyusul terjadinya insiden serius di Bandara Internasional King Khalid, untuk menahan diri dari kehadiran di sana.”
Sementara itu, kantor berita Reuters beberapa jam sebelumnya mengutip sumber-sumber yang mengetahui melaporkan bahwa suara ledakan dahsyat terdengar di Bandara Riyadh. Kantor berita Associated Press juga mengutip pejabat regional memberitakan terjadinya serangan baru ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, ibu kota Arab Saudi.
Kantor berita Associated Press mengutip pejabat regional menambahkan bahwa Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, ibu kota Arab Saudi dievakuasi dan penerbangannya juga dihentikan.
Data "FlightRadar" menunjukkan bahwa menyusul penghentian total lalu lintas udara, semua penerbangan yang menuju Bandara Riyadh sedang mengubah rute dan menjauh darinya.
Data ini menunjukkan bahwa jumlah penerbangan yang dibatalkan di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh sejak dini hari ini mencapai 221 kasus.
“Setelah penargetan Bandara King Khalid di Riyadh, AS dan Inggris mengeluarkan peringatan keamanan bagi warga mereka di Arab Saudi. Kedubes AS, ‘Kami mengetahui serangan ke Bandara King Khalid; sangat menyarankan warga menjauh.’ Kedubes Inggris, ‘Menyusul insiden serius di Bandara Internasional King Khalid, menyarankan warga menahan diri dari kehadiran.’”(Sail)