Fidan: Kami Tidak Akan Kirim Pasukan untuk Menyerang Negara Lain
-
Hakan Fidan, Menteri Luar Negeri Turki
Pars Today - Di tengah sejumlah berita yang mengindikasikan pengiriman pasukan militer Pakistan ke Arab Saudi untuk menghadapi Yaman, Menteri Luar Negeri Turki menegaskan bahwa berdasarkan Pakta Makkah, pihaknya tidak akan mengirim militer untuk menyerang wilayah negara lain.
Melansir Fars News, Kamis, 08 Oktober 2026, Hakan Fidan hari ini (Kamis) dalam konferensi pers bersama dengan mitranya dari Hungaria di Ankara menegaskan bahwa "Pakta Pertahanan Makkah" adalah pakta defensif, bukan ofensif, dan negara-negara anggota pakta ini jika salah satu anggota menjadi sasaran, akan berdiri di samping negara tersebut.
Ia menambahkan Turki sedang mengkaji cara-cara membantu Arab Saudi menghadapi serangan Ansarullah, khususnya di bidang pertahanan udara.
Fidan juga mengumumkan bahwa segala langkah yang diperlukan untuk merujuk "Perjanjian Makkah" ke parlemen Turki untuk disahkan telah dilakukan.
Pernyataan Fidan diterbitkan di tengah kondisi di mana sebelumnya harian Amerika New York Times mengutip seorang pejabat senior militer Pakistan yang tidak ingin namanya diungkapkan, mengatakan bahwa jet-jet tempur Angkatan Udara Pakistan digunakan dalam serangan terhadap Ansarullah Yaman.
Pada Selasa pekan ini, negara-negara Pakistan, Turki, dan Arab Saudi dalam pernyataan bersama dengan judul Pakta Makkah mengklaim bahwa keamanan masing-masing negara ini adalah bagian tak terpisahkan dari keamanan kolektif ketiga negara.
Dalam pernyataan bersama ketiga pihak disebutkan, pelaksanaan komitmen pertahanan bersama dan penyediaan pasukan serta kemampuan militer dan penempatan cepat mereka di Arab Saudi segera dimulai.
Pakistan dan Turki yang selama sekitar satu bulan terakhir menyaksikan pukulan menghancurkan Angkatan Bersenjata Yaman terhadap agresi Saudi, mengklaim bahwa mereka mengapresiasi kesiapan dan kemampuan pasukan Saudi dalam menghadapi ancaman dan serangan.
“Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan dalam konferensi pers bersama mitranya dari Hungaria di Ankara menegaskan bahwa ‘Pakta Pertahanan Makkah’ adalah pakta defensif, bukan ofensif; Turki tidak akan mengirim militer untuk menyerang wilayah negara lain. Negara anggota pakta akan berdiri di samping anggota yang diserang. Turki sedang mengkaji cara membantu Arab Saudi menghadapi serangan Ansarullah, khususnya pertahanan udara.”(Sail)