Dawn: Pemerintah Pakistan Harus Tolak Kirim Pasukan ke Saudi
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i198138-dawn_pemerintah_pakistan_harus_tolak_kirim_pasukan_ke_saudi
Pars Today – Surat kabar Pakistan Dawn dengan merujuk pada perkembangan terbaru kawasan dan pertemuan pejabat tinggi Pakistan, Arab Saudi, dan Turki di Riyadh, meminta pemerintah Islamabad untuk menahan diri dari mengirim pasukan darat ke Arab Saudi dan dengan bersandar pada pengalaman keputusan parlemen pada tahun 2015, menghindari masuk ke dalam konflik Yaman.
(last modified 2026-10-07T11:00:08+00:00 )
Okt 07, 2026 17:50 Asia/Jakarta
  • Pakistan-Saudi-Turki
    Pakistan-Saudi-Turki

Pars Today – Surat kabar Pakistan Dawn dengan merujuk pada perkembangan terbaru kawasan dan pertemuan pejabat tinggi Pakistan, Arab Saudi, dan Turki di Riyadh, meminta pemerintah Islamabad untuk menahan diri dari mengirim pasukan darat ke Arab Saudi dan dengan bersandar pada pengalaman keputusan parlemen pada tahun 2015, menghindari masuk ke dalam konflik Yaman.

Menurut laporan hari Rabu (7/10) koresponden IRNA, surat kabar berbahasa Inggris Dawn dalam editorialnya hari ini dengan judul Pengiriman Pasukan ke Arab Saudi menulis: Setelah pertemuan Riyadh terbaru dengan kehadiran 3 negara anggota pakta pertahanan bersama, tampaknya Arab Saudi mempersiapkan diri untuk perang menyeluruh dengan gerakan Ansarullah Yaman.

 

Dalam kelanjutan editorial ini disebutkan: Pejabat tinggi politik dan militer Arab Saudi, Pakistan, dan Turki pada hari Senin berkumpul di Riyadh untuk merumuskan jalur ke depan. Meskipun sedikit rincian yang dipublikasikan, tetapi ketiga sekutu pertahanan ini sepakat untuk menjamin penempatan cepat pasukan di tanah Saudi, sesuai dengan hukum nasional para pihak.

 

Surat kabar Dawn menambahkan: Dari sudut pandang Pakistan, diharapkan bahwa perkembangan ini hanya mencerminkan komitmen untuk membela Arab Saudi terhadap agresi asing. Masuknya Pakistan, Turki, atau aktor asing lainnya ke dalam rawa perang Yaman, akan menjadi tindakan yang tidak bijaksana.

 

Publikasi Pakistan ini memperingatkan: Terjerumus ke dalam perang saudara Yaman adalah kisah yang sama sekali berbeda. Pada tahun 2015, Riyadh memberikan tekanan besar pada Pakistan untuk berpartisipasi dalam operasi melawan Houthi; tetapi Pakistan pada waktu itu, dengan bersandar pada kebijaksanaan kolektif parlemen, dengan bijak menghindari tindakan semacam itu. Pada momen saat ini juga diperlukan tingkat kebijaksanaan dan pandangan ke depan yang sama.

 

Surat kabar Dawn kepada pemerintah Islamabad menekankan bahwa pengiriman pasukan darat Pakistan ke Yaman harus dihindari.

 

Surat kabar ini dengan mengingatkan agresi Amerika dan Israel di samping serangan Arab Saudi terhadap Yaman dalam tahun-tahun terakhir, menulis: Untuk mencegah terjadinya bencana kemanusiaan baru di Yaman dan juga perluasan konflik ini ke seluruh kawasan, mengakhiri permusuhan adalah hal yang mendesak dan perlu.

 

Surat kabar Pakistan ini di akhir menulis: Proses politik yang dipimpin oleh orang Yaman sendiri dan diterima oleh semua faksi negara dapat membawa perdamaian internal dan menjamin keamanan negara-negara tetangga.

 

Menurut laporan IRNA, Arab Saudi pada tahun 2015 dan setelah serangan militer ke Yaman melakukan blokade darat, udara, dan laut terhadap negara miskin ini dan Amerika pada Oktober 2016 bergabung dengan blokade ini dan kemudian mengklaim telah mundur dari keputusan ini.

 

Sana'a pada 5 Juli 2026 (14 Tir 1405), memutuskan untuk mematahkan blokade ini dan selanjutnya Arab Saudi melakukan pemboman Bandara Sana'a yang menghadapi respons tegas angkatan bersenjata dan selanjutnya dengan melakukan operasi-operasi, dengan memukul mundur milisi Yaman yang didukung Arab Saudi, berhasil mencapai kemenangan besar termasuk menguasai kota pelabuhan dan bersejarah Al-Mokha dan wilayah penting, strategis, dan pesisir Kahbub di selatan negara ini.

 

Hal ini, sangat meningkatkan kendali tentara Yaman atas Selat strategis "Bab al-Mandab" sebagai salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia.

 

Pasukan tentara Yaman juga merebut kembali sejumlah pulau strategis dari milisi yang didukung Amerika yang melengkapi penguasaan atas jalur perairan ini.

 

Majelis Nasional Pakistan pada (4 Mei 2025) Ordibehesht 1394 Hs dengan menyetujui resolusi, menyatakan melarang setiap partisipasi pemerintah dalam koalisi serangan ke Yaman dan intervensi dalam perang-perang asing dan dengan demikian, Pakistan menolak permintaan Arab Saudi untuk berpartisipasi dalam perang melawan Yaman. (MF)