Iran Peringatkan Bahrain: Jangan Ulangi Kesalahan, Kami Akan Merespons
-
Ali Karimi Magham, diplomat Republik Islam Iran untuk PBB
Pars Today - Perwakilan Republik Islam Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai respons terhadap klaim dan retorika perwakilan Bahrain dengan menekankan bahwa Iran bukan pihak yang memulai serangan, memperingatkan tentang penyediaan wilayah dan wilayah udara untuk melakukan serangan terhadap Tehran.
Melansir IRNA, Selasa, 06 Oktober 2026, Ali Karimi Magham, diplomat Republik Islam Iran untuk PBB pada hari Senin (5/10) di Komite Ketiga lembaga internasional ini sebagai respons terhadap klaim diplomat Bahrain mengatakan, "Bahrain berbicara tentang hak asasi manusia sementara matanya tertutup terhadap latar belakang peristiwa."
Ia dengan menyatakan bahwa Bahrain bukan korban, menambahkan, "Negara ini, menyerahkan wilayah, pangkalan, dan wilayah udaranya kepada Amerika untuk perang ilegal melawan Iran."
Diplomat Republik Islam Iran menambahkan, "Bahrain yang telah menyerahkan wilayahnya untuk perang ilegal melawan tetangganya kepada Amerika, tidak lagi dapat menyatakan keterkejutan dan keheranan atas konsekuensinya."
Perwakilan Iran di Komite Ketiga PBB dengan menekankan bahwa Iran bukan pihak yang memulai serangan dan diserang, menegaskan bahwa respons Tehran adalah "pelaksanaan hak pembelaan diri yang melekat".
Diplomat Republik Islam Iran memperingatkan, "Jika sekali lagi wilayah negara mana pun di kawasan digunakan untuk melakukan serangan terhadap Iran, kami akan merespons."
Perwakilan Iran kepada perwakilan Bahrain mengatakan, "Hanya ada dua jalan. Entah kita membangun keamanan di kawasan bersama-sama atau kita akan menanggung ketidakamanan bersama-sama."
Diplomat Republik Islam Iran menegaskan, "Bahrain sebelumnya memilih jalan kedua dan jika mengulangi pilihan yang sama, tidak boleh mengharapkan hasil yang berbeda."
"Ali Karimi Magham, diplomat Republik Islam Iran untuk PBB, pada Senin di Komite Ketiga PBB merespons klaim dan retorika perwakilan Bahrain. Ia mengatakan Bahrain berbicara tentang HAM sementara matanya tertutup terhadap latar belakang peristiwa; Bahrain bukan korban; negara ini menyerahkan wilayah, pangkalan, dan wilayah udaranya kepada Amerika untuk perang ilegal melawan Iran."(Sail)