Ghalibaf: Kaukasus Jangan Jadi Ajang Persaingan Geopolitik Kekuatan Asing
Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Republik Islam Iran, dalam pertemuan dengan Ararat Mirzoyan, Menteri Luar Negeri Armenia, mengatakan: Saat ini kawasan Kaukasus lebih membutuhkan ketenangan daripada sebelumnya, dan hal ini dapat diwujudkan melalui penguatan perbatasan resmi.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita Suara dan Televisi Republik Islam Iran (IRIB), Ketua Parlemen Republik Islam Iran dalam pertemuan tersebut mengucapkan selamat atas suksesnya pelaksanaan pemilu di Armenia serta pembentukan parlemen dan pemerintahan baru di Yerevan. Ia menyatakan: Kebijakan pasti Republik Islam Iran adalah mengembangkan dan memperkuat hubungan dengan negara-negara tetangga pada tingkat operasional dan strategis; dan tidak diragukan lagi, Armenia merupakan salah satu peluang untuk mengembangkan hubungan dengan Iran.
Ghalibaf, seraya menunjuk pada kenyataan bahwa saat ini kawasan Kaukasus lebih membutuhkan ketenangan daripada sebelumnya, menambahkan: Hal ini harus diwujudkan melalui penguatan perbatasan resmi. Pengalaman menunjukkan bahwa campur tangan kekuatan-kekuatan di luar kawasan dapat menyebabkan ketidakamanan.
Ketua Parlemen Republik Islam Iran selanjutnya menekankan bahwa Amerika Serikat tidak dapat dipercaya dalam berbagai persoalan, dan menyatakan: Dalam bidang militer, Amerika Serikat tidak mencapai satu pun dari tujuan mereka terhadap Republik Islam Iran dan mengalami kekalahan. Di bidang politik pun, mereka mengingkari komitmen dalam pelaksanaan nota kesepahaman, dan dalam hal ini mereka kembali memberikan pukulan terhadap kredibilitas mereka sendiri.
Ararat Mirzoyan, Menteri Luar Negeri Armenia, juga dalam pertemuan tersebut menyebut hubungan negaranya dengan Republik Islam Iran sebagai hubungan strategis dan mengatakan: Kerja sama antara pemerintah kedua negara akan membuat hubungan tersebut semakin kokoh.
Ia menyatakan: Persahabatan dan hubungan yang langgeng terbentuk melalui saling mendampingi dalam menghadapi berbagai kesulitan; pada kenyataannya, persahabatan di masa-masa sulit membuat hubungan menjadi semakin kuat.