Israel Akui Biaya Perang Sangat Tinggi, Korban Juga Banyak
Kementerian Perang rezim Zionis telah merilis data terbaru mengenai jumlah korban dari pihak rezim tersebut sejak dimulainya perang genosida terhadap Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023 hingga saat ini.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, Kementerian Perang rezim Zionis dalam data terbarunya menyatakan bahwa jumlah korban militer dan keamanan Israel sejak dimulainya genosida di Gaza pada 7 Oktober 2023 hingga saat ini telah mencapai 1.318 orang.
Menurut laporan tersebut, angka yang diumumkan tidak hanya terbatas pada pasukan tentara Israel, tetapi juga mencakup personel dan anggota sejumlah lembaga keamanan rezim Zionis.
Kanal 12 televisi rezim Zionis melaporkan bahwa 1.153 dari jumlah korban yang diumumkan tersebut berasal dari pasukan tentara rezim ini.
Menurut laporan yang dipublikasikan, angka tersebut mencakup perang yang dilancarkan rezim Israel sejak tanggal tersebut di Gaza, Lebanon selatan, dan Tepi Barat.
Dalam hal ini, Avi Shina, kepala pusat layanan medis tentara rezim Zionis yang baru-baru ini mengundurkan diri dari jabatannya setelah 22 tahun bertugas, dalam wawancara dengan surat kabar Yedioth Ahronoth, merujuk pada tingginya jumlah korban luka pada awal perang. Ia mengatakan bahwa tentara rezim Zionis sebelumnya belum pernah menghadapi kondisi seperti ini dan bahwa cedera yang dialami para personel militer merupakan awal dari perjalanan panjang untuk menjalani perawatan dan rehabilitasi.
Ia juga menyinggung kondisi psikologis para personel militer Israel yang terluka. Menurutnya, tahap tersulit bagi banyak dari mereka justru dimulai setelah keluar dari rumah sakit, ketika dukungan langsung selama masa perawatan berkurang dan mereka harus menghadapi dampak fisik dan psikologis dari cedera akibat perang.