NYT: Pernyataan Wali Kota Kyiv Mencerminkan Realitas Baru Ibu Kota Ukraina
-
Vitali Klitschko, Wali Kota Kyiv
Pars Today - Harian New York Times dalam sebuah laporan dengan merujuk pada pernyataan Vitali Klitschko, Wali Kota Kyiv tentang kondisi menyedihkan kota ini, menulis bahwa pernyataan ini mencerminkan realitas baru yang kini dihadapi ibu kota Ukraina.
Melansir IRNA, Minggu, 04 Oktober 2026, dalam laporan New York Times disebutkan, "Pernyataan Wali Kota Kyiv tentang situasi kota yang sangat kompleks, menunjukkan realitas baru yang dialami ibu kota Ukraina di bawah bayang serangan Rusia terhadapnya."
Laporan ini dengan menyatakan bahwa pernyataan Klitschko tampaknya mencerminkan suasana umum yang menguasai ibu kota yang dalam beberapa pekan terakhir semakin dominan, menambahkan, "Periode keamanan relatif yang dinikmati Kyiv selama sebagian besar perang dan dikenal dengan kafe-kafe yang ramai dan aula-aula indah yang penuh, kini telah berakhir."
Berdasarkan laporan ini, suara drone Rusia kini telah memenuhi langit Kyiv siang dan malam dan hampir terus-menerus terdengar suara sirene peringatan serangan udara.
Laporan ini menambahkan, "Tanpa keraguan, menargetkan jembatan-jembatan Kyiv dapat membelah ibu kota Ukraina menjadi dua dan mengganggu arus kehidupan sehari-hari lebih dari sebelumnya."
Dalam lanjutan laporan New York Times disebutkan, "Wali Kota Kyiv pada hari Sabtu (3/10) dalam wawancaranya dengan wartawan mengumumkan bahwa situasi di ibu kota Ukraina telah menjadi malapetaka.
Laporan ini menambahka, "Kementerian Pertahanan Rusia pada hari Jumat (2/10) mengumumkan bahwa tentara negaranya menargetkan sebuah jembatan kombinasi jalan dan kereta api di Kyiv yang digunakan untuk mentransfer peralatan militer ke Donbas.
Berdasarkan laporan ini, karena penutupan total jembatan ini yang terletak di selatan ibu kota Ukraina dan merupakan salah satu dari delapan jembatan yang melintasi Sungai Dnieper dan menghubungkan bagian timur dan barat Kyiv, lalu lintas berat terjadi di kedua bagian.
Dalam laporan New York Times disebutkan, "Pejabat Kyiv sebelumnya dan setelah terjadinya beberapa ledakan dahsyat di ibu kota Ukraina, menghentikan atau membatasi lalu lintas di tiga jembatan besar di atas Sungai Dnieper yang melintasi Kyiv."
Serangan drone Rusia pada Jumat pagi ke Kyiv mengganggu lalu lintas di sebagian ibu kota Ukraina dan memaksa pejabat kota memblokir beberapa jembatan di atas Sungai Dnieper.
Wali Kota Kyiv telah mengumumkan bahwa sebuah drone menghantam "Jembatan Selatan", jembatan yang dianggap sebagai salah satu jalur komunikasi terpenting antara dua sisi ibu kota Ukraina.
Klitschko juga mengumumkan bahwa dalam kelanjutan serangan Rusia ke infrastruktur vital, jembatan terbesar kedua ibu kota Ukraina juga menjadi sasaran serangan.
Ia menambahkan bahwa serangan Sabtu pagi (3/10) ke jalan dan kabel tegangan tinggi bus listrik di "Jembatan Utara" menyebabkan kerusakan dan mengakibatkan penutupan jalur.
"New York Times melaporkan pernyataan Vitali Klitschko, Wali Kota Kyiv, tentang kondisi menyedihkan kota ini mencerminkan realitas baru ibu kota Ukraina di bawah serangan Rusia. Periode keamanan relatif yang dinikmati Kyiv, dikenal dengan kafe ramai dan aula indah, telah berakhir. Suara drone Rusia memenuhi langit Kyiv siang-malam; sirene peringatan serangan udara hampir terus terdengar."(Sail)