Ultimatum Pejabat Senior Yaman kepada Arab Saudi
-
Muhammad Abdul Salam, Juru Bicara Gerakan Ansarullah dan Ketua Delegasi Perunding Yaman
Pars Today - Juru bicara Gerakan Ansarullah Yaman dalam pernyataannya menimpakan tanggung jawab eskalasi ketegangan di negara ini kepada Arab Saudi.
Melansir IRNA dari situs berita Al-Ahd, Senin, 05 Oktober 2026, Muhammad Abdul Salam, Juru Bicara Gerakan Ansarullah dan Ketua Delegasi Perunding Yaman dalam unggahannya di media sosial X menulis, “Setelah agresi tahun 2015 dan kekalahan berturut-turut yang dialami pemerintah Arab Saudi, sekali lagi secara resmi mengumumkan bahwa ia memperburuk agresi dan blokadenya.”
Ia menambahkan, “Riyadh setelah upaya gagal untuk mempertahankan status agresi dan blokade dalam beberapa tahun terakhir dan sementara masih mengendalikan semua rincian dari balik layar, hari ini, di bawah tekanan kekalahan kampanye propagandanya, terpaksa hadir di garis depan agresi terhadap Yaman.”
Abdul Salam melanjutkan, “Arab Saudi telah melakukan puluhan kejahatan dan hari ini di beberapa provinsi yang menjadi sasaran agresi pemerintah Saudi, kami menyaksikannya dengan pemboman wilayah hunian dan lingkungan kota.”
Ia mencatat, “Karena itu kami mengumumkan bahwa Arab Saudi harus menerima semua tanggung jawab dan konsekuensi dari tindakan ini.”
Pernyataan ini dikemukakan setelah konflik antara angkatan bersenjata Yaman dan pasukan yang didukung Arab Saudi meningkat di beberapa wilayah Yaman khususnya poros Taiz.
Konflik ini disertai dengan kemajuan angkatan bersenjata Yaman dan mundurnya pasukan yang berafiliasi dengan Arab Saudi dari beberapa wilayah.
“Muhammad Abdul Salam, Juru Bicara Gerakan Ansarullah Yaman dan Ketua Delegasi Perunding Yaman, dalam unggahan di X menimpakan tanggung jawab eskalasi ketegangan di Yaman kepada Arab Saudi. Ia menyatakan setelah agresi 2015 dan kekalahan berturut-turut, Riyadh sekali lagi secara resmi mengumumkan memperburuk agresi dan blokade. Karena itu, Arab Saudi harus menerima semua tanggung jawab dan konsekuensi.”(Sail)