Berlin Tetap Perteguh Sanksi Rusia, Tolak Ikuti Langkah Trump soal Diesel
https://parstoday.ir/id/news/world-i198374-berlin_tetap_perteguh_sanksi_rusia_tolak_ikuti_langkah_trump_soal_diesel
Pars Today - Juru bicara pemerintah Jerman mengumumkan bahwa negaranya menolak mencabut sanksi yang diberlakukan terhadap Rusia dan meskipun ada keputusan Donald Trump untuk menangguhkan sementara sanksi terhadap kargo diesel Rusia, tetap akan melanjutkan dukungan untuk Ukraina.
(last modified 2026-10-11T05:26:03+00:00 )
Okt 11, 2026 12:23 Asia/Jakarta
  • Bendera Jerman
    Bendera Jerman

Pars Today - Juru bicara pemerintah Jerman mengumumkan bahwa negaranya menolak mencabut sanksi yang diberlakukan terhadap Rusia dan meskipun ada keputusan Donald Trump untuk menangguhkan sementara sanksi terhadap kargo diesel Rusia, tetap akan melanjutkan dukungan untuk Ukraina.

Melansir ISNA, Minggu, 11 Oktober 2026, Stefan Kornelius, Kuru Bicara Pemerintah Jerman pada hari Sabtu (10/10) dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa Berlin telah memperhatikan keputusan Amerika tentang kargo diesel Rusia.

Ia menegaskan bahwa pemerintah federal tetap berkomitmen pada sanksi yang diberlakukan terhadap Rusia dan bekerja sama dengan mitra-mitra Eropanya untuk menyiapkan paket sanksi baru.

Menurut RT, Kornelius mengonfirmasi bahwa dukungan negaranya untuk Ukraina "kokoh dan tak tergoyahkan".

Di sisi lain, Jubir Kementerian Urusan Ekonomi dan Energi Jerman, mengonfirmasi dukungan penuh Berlin terhadap sanksi Eropa dan mencatat bahwa minyak Rusia telah berada dalam daftar sanksi sejak tahun 2023.

Juru bicara ini mengatakan bahwa Jerman sejak saat itu tidak mengimpor minyak Rusia dan sumber pasokannya beragam serta independen dari minyak Rusia dan menekankan keamanan pasokan.

Friedrich Merz, Kanselir Jerman, dalam kunjungannya ke Kyiv pada awal Oktober mengonfirmasi bahwa negaranya tidak akan mengurangi bantuannya untuk Ukraina.

Dalam kaitan ini, Asosiasi Bahan Bakar dan Energi Jerman menolak segala pengaruh signifikan kesepakatan Amerika Serikat dan Rusia terhadap harga bahan bakar di pompa bensin Jerman.

Asosiasi ini mengumumkan bahwa larangan impor diesel Rusia oleh Uni Eropa, yang diberlakukan sejak 5 Februari 2023, akan tetap berlaku dan menambahkan bahwa pihaknya tidak memperkirakan kesepakatan ini memiliki dampak nyata pada pasar global.

Pada hari Jumat (/10), Trump memberitakan kesepakatan dengan Rusia untuk memasok ratusan ribu ton diesel dengan tujuan menurunkan harga bahan bakar global dan menyatakan bahwa sanksi terkait akan ditangguhkan sementara.

Sementara itu, harga diesel di Amerika Serikat mencapai tingkat tertingginya dan meningkatkan tekanan pada Partai Republik menjelang pemilihan paruh waktu yang akan digelar pada 3 November. Pemilihan ini akan menentukan partai mana yang akan menguasai mayoritas Kongres.

"Juru Bicara Pemerintah Jerman, Stefan Kornelius, menyatakan Jerman menolak mencabut sanksi terhadap Rusia meskipun Trump menangguhkan sementara sanksi terhadap kargo diesel Rusia. Berlin tetap berkomitmen pada sanksi dan bekerja sama dengan mitra Eropa untuk paket sanksi baru; dukungan untuk Ukraina 'kokoh dan tak tergoyahkan'."(Sail)