Bos Perusahaan Minyak Raksasa Kompak Batalkan Hadir di Konferensi Energi Riyadh
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i198452-bos_perusahaan_minyak_raksasa_kompak_batalkan_hadir_di_konferensi_energi_riyadh
Pars Today - Sejumlah direktur eksekutif (CEO) dari perusahaan minyak raksasa dunia dilaporkan membatalkan rencana kehadiran mereka dalam Konferensi Energi Riyadh. Langkah ini diambil menyusul rangkaian serangan yang melanda Bandara Riyadh, Arab Saudi, yang memicu lonjakan kekhawatiran atas jaminan keamanan di wilayah itu.
(last modified 2026-10-12T05:10:30+00:00 )
Okt 12, 2026 12:08 Asia/Jakarta
  • Bandara Riyadh, Arab Saudi
    Bandara Riyadh, Arab Saudi

Pars Today - Sejumlah direktur eksekutif (CEO) dari perusahaan minyak raksasa dunia dilaporkan membatalkan rencana kehadiran mereka dalam Konferensi Energi Riyadh. Langkah ini diambil menyusul rangkaian serangan yang melanda Bandara Riyadh, Arab Saudi, yang memicu lonjakan kekhawatiran atas jaminan keamanan di wilayah itu.

Menurut laporan dari jaringan media Al-Masirah yang mengutip Financial Times, gangguan jadwal penerbangan serta faktor keselamatan menjadi alasan utama para petinggi industri migas global ini membatalkan partisipasi mereka. Situasi ini diperkuat oleh langkah sejumlah kedutaan besar asing yang mulai mengeluarkan peringatan perjalanan (travel warning) bagi warga negaranya. Hingga saat ini, pihak media belum merilis jadwal pasti pelaksanaan konferensi tersebut.

Financial Times juga menggarisbawahi bahwa intensitas serangan yang terus meningkat telah menimbulkan keraguan serius terkait stabilitas keamanan di Arab Saudi. Kondisi ini dinilai dapat mengancam aktivitas ekonomi sekaligus mengikis kepercayaan investor terhadap iklim keamanan di negara petrodolar tersebut.

Di sisi lain, ketegangan di Asia Barat yang dipicu oleh eskalasi serangan dari Yaman, ditambah dengan insiden penyerangan terhadap dua kapal tanker minyak pada akhir pekan lalu, langsung berimbas pada sektor komoditas. Harga minyak mentah dunia kembali melanjutkan tren kenaikan pada perdagangan hari Senin (12/10) akibat kekhawatiran atas stabilitas pasokan energi dari kawasan tersebut.

Data perdagangan mencatat kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 76 sen (0,73 persen) menjadi 105,48 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 59 sen (0,64 persen) ke posisi 92,44 dolar AS per barel.

Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi mengonfirmasi bahwa serangan terbaru yang menghantam Bandara Internasional King Khalid Riyadh pada hari Minggu (11/10) kemarin telah menyebabkan satu orang tewas dan 11 lainnya luka-luka. Korban tewas dilaporkan merupakan seorang warga negara Pakistan yang menetap di Arab Saudi.

Insiden ini menambah panjang daftar korban setelah serangan mematikan sebelumnya di bandara yang sama pada Sabtu (10/10), yang menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 300 orang lainnya.

Sumber dari pusat kendali lalu lintas udara Riyadh mengatakan kepada kantor berita TASS bahwa bandara utama ibu kota tersebut akan ditutup untuk seluruh penerbangan hingga akhir hari sebagai tindakan pencegahan.

Sementara itu, Juru Bicara Koalisi Militer pimpinan Arab Saudi, Turki al-Malki, menyatakan bahwa sebuah proyektil tidak dikenal telah menghantam terminal penumpang Bandara Internasional Riyadh dan memicu kebakaran.

Di pihak lain, Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Yahya Saree, mengklaim bahwa pasukan mereka berhasil membidik Bandara Riyadh, Bandara Dammam, serta sejumlah fasilitas vital milik raksasa minyak negara, Saudi Aramco.(Sail)