Diancam Mati Menteri Zionis, Hamas: Kami Berdoa demi Syahid!
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i198458-diancam_mati_menteri_zionis_hamas_kami_berdoa_demi_syahid!
Pars Today - Anggota Biro Politik Hamas, Basem Naim, merespons keras ancaman Menteri Perang Zionis Israel, Israel Katz, yang menargetkan teror terhadap Khalil al-Hayya, Ketua Biro Politik Hamas. Naim menegaskan bahwa gertakan Israel tidak akan pernah menciutkan nyali para pemimpin perlawanan.
(last modified 2026-10-12T05:33:59+00:00 )
Okt 12, 2026 12:32 Asia/Jakarta
  • Anggota Biro Politik Hamas, Basem Naim
    Anggota Biro Politik Hamas, Basem Naim

Pars Today - Anggota Biro Politik Hamas, Basem Naim, merespons keras ancaman Menteri Perang Zionis Israel, Israel Katz, yang menargetkan teror terhadap Khalil al-Hayya, Ketua Biro Politik Hamas. Naim menegaskan bahwa gertakan Israel tidak akan pernah menciutkan nyali para pemimpin perlawanan.

"Apakah Anda mengancam kami dengan sesuatu yang kami doakan siang dan malam? Mati syahid? Upaya Anda pasti akan gagal," tegas Naim dalam pernyataan resminya seperti dikutip dari Kantor Berita Palestina Shehab via IRNA, Senin, 12 Oktober 2026, dini hari.

Naim menambahkan, "Meski ancaman teror dari Katz disikapi secara serius, hal tersebut tidak lebih dari bagian kampanye hitam pemilu di Tel Aviv." Menurutnya, kelompok sayap kanan ekstrem Israel saat ini tengah bersaing memenangkan pemilu dengan cara menyebarkan kematian di berbagai wilayah. Ia memastikan Hamas akan tetap melanjutkan langkahnya hingga meraih kemenangan dan kebebasan Palestina.

Sementara itu, Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) dalam pernyataan resminya tadi malam menilai ancaman Katz mencerminkan tabiat rezim yang sama sekali tidak mematuhi hukum internasional. Hamas melabeli ancaman tersebut sebagai bentuk terorisme negara yang terorganisasi sekaligus bukti kebangkrutan politik kabinet fasis Israel.

Hamas menegaskan intimidasi ini tidak akan mengubah sikap nasional mereka dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina, termasuk mengakhiri pendudukan. Gertakan tersebut justru dinilai kian mempertebal tekad para pemimpin Hamas untuk bertahan pada garis perjuangan.

Di sisi lain, Hamas mendesak negara-negara mediator untuk mengambil sikap tegas dan mengutuk keras pernyataan ceroboh menteri Israel tersebut.

Hamas menyatakan pihaknya tetap berkomitmen pada kesepakatan gencatan senjata dan peta jalan (roadmap) perdamaian yang dimediasi dengan dukungan Presiden AS Donald Trump. Gerakan ini pun meminta para mediator untuk menekan kabinet Israel agar segera memenuhi kewajibannya, terutama menghentikan agresi militer dan mencabut blokade total terhadap rakyat Palestina.(Sail)