Jet Tempur Irak Gempur Sisa-Sisa Kekuatan ISIS di Timur
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i198454-jet_tempur_irak_gempur_sisa_sisa_kekuatan_isis_di_timur
Pars Today - Jet tempur Angkatan Udara Irak melancarkan serangan udara berkekuatan penuh ke wilayah timur negara tersebut, menghancurkan posisi-posisi tersembunyi yang menjadi basis pertahanan sisa-sisa kelompok teror ISIS.
(last modified 2026-10-12T05:25:04+00:00 )
Okt 12, 2026 12:23 Asia/Jakarta
  • Jet tempur Irak
    Jet tempur Irak

Pars Today - Jet tempur Angkatan Udara Irak melancarkan serangan udara berkekuatan penuh ke wilayah timur negara tersebut, menghancurkan posisi-posisi tersembunyi yang menjadi basis pertahanan sisa-sisa kelompok teror ISIS.

Komando Angkatan Udara Irak, seperti dikutip dari Kantor Berita Resmi Irak (INA/WAO) via IRNA, mengonfirmasi bahwa operasi tersebut mengerahkan jet tempur F-16 yang beroperasi di bawah komando wilayah Operasi Diyala.

Meskipun struktur utama organisasi teroris ISIS di Irak telah dihancurkan, sel-sel tidur bawah tanah kelompok ini masih kerap melancarkan aksi sabotase sporadis. Pergerakan mereka terus mendapat perlawanan ketat dari aparat keamanan, khususnya pasukan mobilisasi populer (Al-Hasyad al-Sya'bi).

Kepala Unit Media Keamanan Irak, Saad Maan, sebelumnya menegaskan bahwa perang melawan terorisme masih belum sepenuhnya berakhir. Namun, berkat lonjakan kapabilitas militer Irak dalam hal persenjataan, personel, dan teknologi, ISIS kini bukan lagi menjadi ancaman keamanan nomor satu di negara tersebut.

"Jumlah anggota kelompok ini sangat terbatas. Mereka sebagian besar bersembunyi di wilayah-wilayah terpencil di Provinsi Kirkuk dan Anbar," ujar Maan.

Ia juga menepis propaganda yang menyebut bahwa ISIS berpotensi bangkit kembali setelah penarikan pasukan koalisi internasional. Menurutnya, klaim tersebut tidak realistis karena ISIS tidak akan mampu lagi membangun basis kekuatan yang stabil di wilayah Irak.

Mengenai situasi di perbatasan Irak-Suriah, Maan menyatakan kondisinya sangat terkendali. Irak telah memperkuat pasukan penjaga perbatasan serta melengkapi mereka dengan kamera termal dan drone intai.

Maan juga mengungkapkan bahwa Irak telah menerima lebih dari 5.700 tahanan ISIS dari Suriah. Ia menyebut pemindahan ini sebagai salah satu proses transfer tahanan terbesar dalam sejarah modern.(Sail)