Mengapa AS Semakin Terkucil Sendirian, Begini Kata Jubir Artesh Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i198672-mengapa_as_semakin_terkucil_sendirian_begini_kata_jubir_artesh_iran
Juru bicara Angkatan Darat Iran menyatakan bahwa untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II, Amerika Serikat mengalami kesendirian strategis. Ia mengatakan bahwa tujuan Amerika Serikat melancarkan perang ilegal terhadap Iran adalah untuk menghancurkan peradaban Iran-Islam.
(last modified 2026-10-15T08:35:21+00:00 )
Okt 15, 2026 15:30 Asia/Jakarta
  • Mengapa AS Semakin Terkucil Sendirian, Begini Kata Jubir Artesh Iran

Juru bicara Angkatan Darat Iran menyatakan bahwa untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II, Amerika Serikat mengalami kesendirian strategis. Ia mengatakan bahwa tujuan Amerika Serikat melancarkan perang ilegal terhadap Iran adalah untuk menghancurkan peradaban Iran-Islam.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip kantor berita IRIB, Juru Bicara Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Amir Akraminia, dalam pernyataannya pada Rabu mengatakan, “Perbedaan penting antara Angkatan Darat Republik Islam Iran dan angkatan darat negara-negara lain terletak pada keimanan kepada Tuhan dan spiritualitas. Oleh karena itu, Organisasi Ideologi-Politik Artesh memiliki peran efektif dalam membentuk suasana dan wacana spiritual di lingkungan angkatan darat.”

Lebih lanjut, dengan merujuk pada agresi tidak adil yang dilancarkan musuh terhadap Iran dalam perang baru-baru ini, ia menegaskan bahwa narasi-narasi palsu yang dibangun musuh untuk menggambarkan dirinya sebagai pemenang harus dicegah. Unsur-unsur kebudayaan di masyarakat memiliki tanggung jawab yang sangat penting dalam hal ini.

Brigadir Jenderal Akraminia berbicara mengenai pentingnya membangun kekuatan, khususnya kekuatan lunak. Ia menyatakan bahwa konsep kekuatan lunak mulai masuk ke dalam literatur militer dan hubungan internasional pada akhir abad ke-20. Kekuatan lunak merupakan pelengkap sekaligus penguat kekuatan keras, dan pengembangannya di lingkungan angkatan darat sangatlah penting.

Lebih lanjut, dengan merujuk pada pernyataan terbaru Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, ia mengatakan bahwa pidato Marco Rubio di Akropolis, Yunani, merupakan bagian dari upaya musuh untuk melemahkan fondasi kekuatan lunak. Menurutnya, pernyataan Menlu AS tersebut berbeda dari klaim Amerika selama ini bahwa permusuhannya hanya ditujukan terhadap sistem Republik Islam dan bahwa Amerika tidak memiliki masalah dengan rakyat Iran yang beradab. Pidato itu, katanya, telah menyingkap kedok kemunafikan negara tersebut serta menunjukkan watak anti-peradaban dan sifat hegemonik Amerika Serikat.

Ia menegaskan bahwa tujuan para penguasa Amerika Serikat dalam melancarkan perang yang sedang berlangsung bukan sekadar menggulingkan sistem Republik Islam Iran, melainkan menghancurkan peradaban Iran-Islam.

Juru bicara Angkatan Darat Iran menambahkan bahwa para pemimpin Amerika Serikat mengira dengan membunuh pemimpin Revolusi Islam dan para komandan militer, mereka dapat mengintimidasi dan memaksa rakyat Iran untuk menyerah. Namun, rakyat Iran yang sadar dan berani, melalui perlawanan bersejarah mereka, telah membuat musuh terkejut dan gagal mencapai tujuannya.