Laksamana Azmaei: Kami Menghitung Detik untuk Menenggelamkan Kapal-Kapal AS
-
Laksamana Ali Azmaei, Panglima Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam
Pars Today - Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam dengan menyatakan bahwa kapal-kapal Amerika Serikat tidak berani mendekati Selat Hormuz, mengatakan, "Kami menunggu kapal-kapal Amerika Serikat mendekati pintu masuk Selat Hormuz agar kami dapat menenggelamkan mereka. Kami menghitung hari dari detik ke detik agar hal ini terjadi."
Menurut laporan IRNA, Selasa, 13 Oktober 2026, Laksamana Ali Azmaei pada Selasa malam dalam wawancara televisinya yang pertama menyatakan, "Hari ini dengan karunia Tuhan dan para pejuang Angkatan Laut Korps Garda Revolusi, kami berdiri melawan musuh-musuh yang keji. Tentara Amerika Serikat telah berubah menjadi penyelundup bahan bakar dan armadanya menjadi tak berguna karena mereka rentan dan tidak berani mendekati Iran."
Komandan AL IRGC dengan menegaskan bahwa kami telah mengubah kelemahan taktis kami menjadi kekuatan, menambahkan, "Jika orang-orang Amerika ingin melihat apakah Selat Hormuz terbuka atau tertutup, masuklah ke medan agar melihat siapa yang mengendalikannya."
Laksamana Azmaei mengatakan, "Hari ini Amerika Serikat dengan 7 armadanya telah berubah menjadi penyelundup bahan bakar. Kapal Amerika senilai 13 miliar dolar menjadi tak berguna dan menjauh 700 kilometer dari Selat Hormuz karena tidak berani mendekati selat itu."
Komandan AL Korps Garda Revolusi menambahkan, "Kami menunggu kapal-kapal Amerika Serikat mendekati pintu masuk Selat Hormuz agar kami dapat menenggelamkan mereka. Kami menghitung hari dari detik ke detik agar hal ini terjadi."
Ia mengatakan, "Kami hanya menunjukkan satu dua contoh hukuman terhadap kapal-kapal yang melanggar. Amerika dan sekutu mereka di kawasan menciptakan kebisuan media agar masyarakat dunia tidak mengetahui bahwa kapal-kapal pelanggar dihukum, karena itu kami menerbitkan 2 contoh hukuman terhadap kapal-kapal pelanggar."
Laksamana Azmaei melanjutkan, "Selat Hormuz dan Teluk Persia berada di bawah kendali Angkatan Laut Korps Garda Revolusi, dan Laut Oman juga dikendalikan oleh saudara-saudara kami di Angkatan Bersenjata Republik Islam. Artinya pengepungan berada di luar Laut Oman dan di Laut Arab."
Ia menegaskan, "Angkatan Laut Korps Garda Revolusi mengendalikan Selat Hormuz secara cerdas, artinya kami menerbitkan izin sesuai hierarki untuk sejumlah kapal yang harus menuju dan berasal dari Iran, dan mereka melintasi jalur air Iran."
Komandan AL IRGC menambahkan, "Rakyat kami yang terkasih yang berada di medan hendaknya mengetahui bahwa para pejuang Angkatan Laut Korps Garda Revolusi juga berada di medan dan menindak para pelanggar tanpa basa-basi."
Laksamana Azmaei mengatakan, "Kami dapat menegakkan keamanan ekonomi, politik, dan militer bersama tetangga-tetangga kami. Kami tidak membutuhkan orang-orang Amerika. Mereka mencari cara untuk menghancurkan kekayaan masyarakat kawasan."
Ia mengatakan, "Hari ini tentara Amerika Serikat terhina dan mencapai kesengsaraan serta keputusasaan."
Laksamana Azmaei menambahkan, "Kondisi kami hari ini lebih baik daripada awal perang yang dipaksakan ketiga. Hari ini para pejuang kami lebih siap daripada kemarin."
"Laksamana Ali Azmaei, Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam, menyatakan bahwa kapal-kapal Amerika Serikat tidak berani mendekati Selat Hormuz dan pihaknya menunggu mereka mendekati pintu masuk selat itu untuk ditenggelamkan, sambil menghitung hari dari detik ke detik. Ia menyebut tentara AS telah berubah menjadi penyelundup bahan bakar dan armadanya tak berguna karena rentan, dengan kapal senilai 13 miliar dolar menjauh 700 kilometer dari selat."(Sail)