Baghaei: Agresi AS-Israel ke Iran Kejahatan Perang; Tekanan Pasti Gagal
Pars Today - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan: Lima dekade pengalaman telah menunjukkan bahwa tekanan dan ancaman tidak dapat memaksa bangsa Iran untuk menerima tuntutan-tuntutan ilegal.
Menurut laporan Pars Today yang dikutip dari Kantor Berita IRIB, Esmail Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran dalam wawancara eksklusif dengan surat kabar Tunisia Al-Shorouk tentang dampak situasi saat ini terhadap kawasan Teluk Persia dan ekonomi global menambahkan: Agresi Amerika dan rezim Israel terhadap Iran adalah pelanggaran nyata terhadap banyak norma dan aturan hukum internasional; dari serangan ke wilayah dan infrastruktur hingga tindakan terhadap pelayaran dan pemberlakuan blokade laut semuanya adalah contoh kejahatan perang dan pelanggaran semua norma hukum, etika, dan kemanusiaan.
Ia menambahkan: Wajar jika tindakan semacam itu, tidak hanya ditujukan kepada Iran. Ketika suatu negara menargetkan kedaulatan nasional, perdagangan, pelayaran, dan kebebasan navigasi, konsekuensinya akan menimpa seluruh kawasan dan akhirnya ekonomi serta perdagangan global. Apa yang kita saksikan hari ini, adalah hasil dari tindakan-tindakan agresif dan kebijakan-kebijakan destabilisasi yang diikuti oleh Amerika dan rezim Zionis. Pengalaman lima dekade terakhir telah menunjukkan bahwa tekanan dan ancaman, tidak dapat memaksa bangsa Iran untuk menerima tuntutan-tuntutan ilegal.
Baqaei tentang konsultasi antara Iran dan Oman untuk menciptakan mekanisme baru pengelolaan Selat Hormuz mengatakan: Iran dan Oman sebagai dua negara pesisir Selat Hormuz yang strategis, memiliki tanggung jawab khusus terhadap keamanan dan keselamatan pelayaran di dalamnya. Iran selama dekade-dekade terakhir selalu menganggap dirinya berkomitmen untuk menjamin keamanan dan keselamatan pelayaran di wilayah ini; tetapi dalam bulan-bulan terakhir, jalur perairan ini dan fasilitas serta wilayah negara-negara kawasan, digunakan untuk merancang dan melaksanakan agresi militer terhadap Iran termasuk dalam serangan ke wilayah pemukiman dan menyyahidkan warga sipil. Wajar jika realitas ini tidak dapat diabaikan dalam pengaturan masa depan selat. Iran dan Oman dalam bulan-bulan terakhir telah melanjutkan konsultasi mereka untuk menentukan jalur-jalur aman lalu lintas kapal-kapal dagang. Kami telah mencapai pemahaman tentang penetapan jalur yang aman dan selamat sementara antara kedua negara dan beberapa rincian operasional masih dalam penindaklanjutan. (MF)