Freford: Tudingan London Tanpa Bukti
-
Andy Burnham, Perdana Menteri Inggris
Pars Today - Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengecam keras tudingan London mengenai insiden Pangkalan Udara Freford dan menilainya sebagai taktik Inggris untuk menghindari akuntabilitas atas keterlibatannya dalam agresi militer Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Iran.
Andy Burnham, Perdana Menteri Inggris, pada hari Senin (12/10) dalam lanjutan penggiringan opini keamanan terhadap Republik Islam Iran, tanpa menyajikan bukti terbuka, mengulangi klaim sebelumnya tentang peran Tehran dalam insiden pangkalan militer Freford. Pemerintah Inggris beralih ke tudingan terhadap Iran justru ketika berdiam diri tentang tanggung jawabnya dalam perang melawan Iran.
Kontradiksi ini menjadi poros utama kasus Freford. Pemerintah yang wilayahnya digunakan untuk pesawat pembom Amerika bagi operasi terhadap Iran, kini berupaya dengan mengajukan tuduhan-tuduhan tak terbukti, menempatkan Tehran di kursi terdakwa. Pendekatan semacam ini tidak dapat menghapus tanggung jawab politik Inggris.
Persoalannya bukan sekadar insiden keamanan, ada pula upaya mengubah klaim tak terbukti menjadi alat tekanan politik dan pembenaran sanksi lebih lanjut terhadap Iran. Pejabat Inggris dengan ungkapan seperti "kemungkinan besar" dan "hampir pasti" berbicara tentang peran Tehran. Namun ketegasan dalam menyampaikan tuduhan tidak menggantikan pembuktiannya. Dalam hubungan internasional, penyandaran tanggung jawab kepada suatu negara harus didasarkan pada bukti yang sah dan dapat dinilai, bukan pada ungkapan-ungkapan kabur.
Polisi Inggris mengumumkan penangkapan beberapa pria atas dugaan melakukan kejahatan terkait undang-undang bahan peledak. Namun penangkapan tersangka dengan sendirinya tidak membuktikan keterkaitan antara insiden dan pemerintah Iran. London harus menyajikan bukti yang jelas tentang klaimnya. Hingga saat itu, penyandaran insiden kepada Iran tetap tak terbukti dan tidak dapat menjadi dasar yang dibenarkan untuk sanksi dan hukuman politik. Sanksi sebelum kebenaran terungkap meningkatkan risiko tuduhan berubah menjadi alat hukuman politik.
Ketika pejabat Inggris bersamaan dengan mengajukan klaim tak terbukti berbicara tentang tekanan baru, muncul pertanyaan serius apakah prioritas London adalah mengungkap kebenaran atau memanfaatkan secara politik sebuah kasus keamanan? Jawabannya harus dicari dalam proses investigasi dan bukti yang disajikan; bukan dalam pengulangan tuduhan dan ancaman.
Rekam jejak politik luar negeri Inggris juga mengingatkan perlunya pemeriksaan cermat atas klaim-klaim ini. Kasus senjata pemusnah massal Irak pada tahun 2003 menunjukkan bagaimana penilaian intelijen yang kontroversial dapat menjadi landasan bagi keputusan dengan konsekuensi katastrofik. Rekam jejak ini tidak dengan sendirinya menghakimi insiden Freford, tetapi merupakan peringatan yang jelas: klaim keamanan tidak boleh menjadi dasar tindakan punitif dan eskalasi ketegangan sebelum diverifikasi.
Dalam kerangka ini, Sayid Ali Mousavi, Duta Besar Iran di Inggris, dalam pertemuan dengan Stephen Doughty, Wakil Menteri Luar Negeri negara itu untuk urusan Asia Barat, menolak dengan tegas tuduhan terhadap Tehran dan menuntut penahanan diri dari sikap tanpa bukti. Ia juga menyatakan kesiapan Iran untuk kerja sama antara lembaga-lembaga terkait kedua negara dalam menyelidiki masalah tersebut. Proposal ini menawarkan jalan untuk mengungkap kebenaran: kerja sama teknis, pemeriksaan cermat, dan penghindaran dari prasangka politik. Namun penyelidikan insiden Freford tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan tanggung jawab independen Inggris atas keterlibatan militernya melawan Iran.
London tidak dapat berperan dalam menyediakan landasan operasi militer Amerika lalu dengan menuduh Tehran, menganggap dirinya bebas dari akuntabilitas. Kedua persoalan harus diperiksa berdasarkan bukti dan komitmen internasional. Kini pemerintah Inggris harus memilih antara mencari kebenaran dan mengintensifkan konfrontasi.
Menyajikan bukti yang sah dan menyediakan kemungkinan pemeriksaan independen adalah jalan yang bertanggung jawab; bersikeras pada tudingan dan ancaman sanksi hanya menambah ketidakpercayaan. Kasus Freford adalah ujian akuntabilitas Inggris; ujian yang hasilnya tidak ditentukan oleh keriuhan politik, melainkan oleh bukti dan kinerja pemerintah negara ini.(Sail)