Ketika Zelensky Bantah Narasi Trump soal Kenaikan Harga Bahan Bakar
-
Zelensky
Pars Today - Volodymyr Zelensky, Presiden Ukraina menolak narasi Donald Trump, Presiden Amerika tentang alasan kenaikan harga bahan bakar.
Menurut laporan Pars Today, Zelensky kepada Trump mengatakan hentikan mempermainkan rakyat dan katakan yang sebenarnya; kenaikan harga energi disebabkan oleh penutupan Selat Hormuz dan bukan perang Ukraina. Presiden Ukraina dalam menanggapi pernyataan rekannya dari Amerika tentang perlunya perubahan kepemimpinan di Kyiv dan menyalahkan Ukraina atas mahalnya solar global menyatakan: "Sementara semua orang di dunia memahami dengan baik bahwa harga meningkat akibat perang di Asia Barat dan penutupan Selat Hormuz; jika kita ingin berbicara jujur dengan bangsa kita, kita harus menghentikan permainan terhadap rakyat dan mengungkapkan kenyataan."
Narasi resmi Donald Trump tentang mahalnya bahan bakar global bertumpu pada asumsi yang lemah. Bahwa krisis energi dan kenaikan harga solar adalah produk perang Ukraina dan serangan Kyiv terhadap infrastruktur energi Rusia. Tetapi wawancara Volodymyr Zelensky dengan ABC News meruntuhkan narasi ini dari dalam. Ia dengan jelas mengatakan kenaikan harga berakar pada perang Asia Barat dan penutupan Selat Hormuz, bukan pada perang Ukraina. Pengungkapan ini bukan sekadar pertengkaran verbal antara dua pemimpin; menunjukkan perang narasi atas tanggung jawab krisis energi. Trump perlu menunjukkan pihak yang bersalah di luar Gedung Putih dan terpisah dari kebijakan Amerika terhadap Iran. Jika penyebab sebenarnya mahalnya harga adalah ketegangan Amerika dan Iran serta penutupan Hormuz, maka kegagalan kebijakan luar negeri Trump dalam menahan Iran menjadi terungkap. Maka ia menyalahkan Ukraina untuk sekaligus membenarkan tekanan pada Kyiv untuk menghentikan serangan ke kilang-kilang Rusia, dan menjual kesepakatan solar dengan Putin sebagai solusi segera.
Zelensky dalam kerangka yang sama, menyebut kesepakatan minyak Washington dan Moskow sebagai "hadiah ulang tahun Trump untuk Putin". Dari sudut pandangnya kesepakatan minyak Trump bukan sekadar tindakan ekonomi untuk menurunkan harga di ambang pemilihan paruh waktu; melainkan pilihan moral dan strategis yang mengorbankan Kyiv agar harga solar di pasar Amerika turun beberapa hari. Analisis Abdul Bari Atwan, analis Arab terkenal juga mengatakan hal yang sama: Trump dengan memohon kepada Putin untuk pengiriman solar segera, telah mengakui kekalahannya di hadapan Iran dan secara praktis telah membongkar kebohongan kontrol atas Hormuz. Maka pengungkapan Zelensky sejalan dengan analisis Atwan: krisis energi berakar pada Hormuz dan kebijakan Amerika terhadap Iran, bukan pada serangan Ukraina.
Masalah gencatan senjata energi juga merupakan tabir lain dari peristiwa ini. Trump dalam postingannya mengumumkan bahwa sejak saat ini sebuah "kesepakatan gencatan senjata di bidang energi" antara Rusia dan Ukraina telah berlaku dan kedua pihak telah menerimanya. Tetapi Zelensky mengatakan ia tidak mengetahui masalah ini dan jika Trump benar-benar bernegosiasi dengan Putin, ia harus mengatakan kapan gencatan senjata dimulai. Ia menyatakan kesiapannya, tetapi mengkondisikannya pada perilaku timbal balik Rusia: jika Rusia tidak menyerang energi Ukraina, Kyiv juga tidak akan menargetkan kilang-kilang Rusia.
Usulan ini berdasarkan tindakan timbal balik, tetapi Trump dengan ancaman menghentikan sistem PURL menekan Kyiv untuk menghentikan serangannya terhadap infrastruktur energi Rusia. PURL adalah singkatan dari "Daftar Kebutuhan Prioritas Ukraina" (Prioritized Ukraine Requirements List = PURL) sebuah inisiatif bersama antara Amerika dan NATO yang diluncurkan pada Juli 2025 agar negara-negara anggota NATO dan mitranya membiayai pembelian senjata dan peralatan vital buatan Amerika untuk Ukraina.
Trump dengan ancaman menghentikan aktivitas sistem PURL, berupaya memberikan tekanan sepihak pada Ukraina dan hal ini tidak sesuai dengan klaim "kesepakatan bilateral" dengan realitas lapangan. Zelensky secara praktis mengatakan Trump atau bernegosiasi tanpa Kyiv, atau membesar-besarkan kenyataan untuk menunjukkan dirinya sebagai mediator yang sukses.
Perkataan Zelensky bahwa "hentikan mempermainkan rakyat dan katakan yang sebenarnya" ditujukan kepada Trump dan media-media pendukungnya. Rakyat Amerika dan Eropa berhak mengetahui dari mana mahalnya bahan bakar berasal. Jika Trump jujur, ia harus alih-alih menyalahkan Ukraina, berbicara tentang mengakhiri ketegangan dengan Iran dan membuka Selat Hormuz.
Tampaknya peristiwa ini adalah contoh jelas dari pilar-pilar kebijakan luar negeri Trump yang merupakan kombinasi dari pengabaian realitas, personalisasi krisis, bernegosiasi dengan musuh, dan menekan sekutu. Zelensky dengan mengungkap penyebab sebenarnya mahalnya bahan bakar, telah membuka tabir dari sebuah kebohongan strategis. Ukraina tidak dapat bertanggung jawab atas krisis energi yang timbul dari penutupan Hormuz. Dari sudut pandangnya jika Amerika menginginkan penurunan harga yang berkelanjutan, ia harus alih-alih bernegosiasi dengan Putin dan menghentikan bantuan ke Kyiv, menangani akar krisis di Asia Barat dan kebijakan serta tindakan anti-Irannya.
Tetapi Trump lebih memilih mengorbankan Kyiv agar dapat menahan harga solar beberapa hari dalam pemilihan paruh waktu. Ini persisnya adalah "permainan terhadap rakyat" yang dibongkar Zelensky dan menunjukkan bahwa klaim Trump tentang penyebab mahalnya bahan bakar, tidak memiliki dasar selain tujuan pemilihan dan penyangkalan kekalahan di hadapan Iran. (MF)