Trita Parsi: Akar Konflik AS-Iran adalah Dominasi atas Kawasan
https://parstoday.ir/id/news/world-i198602-trita_parsi_akar_konflik_as_iran_adalah_dominasi_atas_kawasan
Pars Today - Trita Parsi, Wakil Direktur Eksekutif Lembaga Pemikir Quincy di Washington D.C., dengan secara implisit menolak klaim anti-Iran "Marco Rubio", Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, dan mengatakan, "Akar perang Amerika Serikat terhadap Iran selalu terletak pada persaingan untuk memperoleh kekuasaan dan dominasi di kawasan."
(last modified 2026-10-14T09:12:53+00:00 )
Okt 14, 2026 16:09 Asia/Jakarta
  • Trita Parsi, analis masalah internasional
    Trita Parsi, analis masalah internasional

Pars Today - Trita Parsi, Wakil Direktur Eksekutif Lembaga Pemikir Quincy di Washington D.C., dengan secara implisit menolak klaim anti-Iran "Marco Rubio", Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, dan mengatakan, "Akar perang Amerika Serikat terhadap Iran selalu terletak pada persaingan untuk memperoleh kekuasaan dan dominasi di kawasan."

Menurut laporan Pars Today, Rabu, 14 Oktober 2026, Trita Parsi, analis masalah internasional, pada hari Rabu dalam wawancara eksklusif dengan IRNA mengatakan, "Saya tidak pernah meyakini bahwa ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran berakar pada perbedaan ideologis atau bahwa perbedaan tersebut merupakan faktor utama terbentuknya dan berlanjutnya ketegangan itu. Perang Amerika Serikat terhadap Iran berakar pada persaingan atas kekuasaan dan dominasi Amerika Serikat di kawasan Asia Barat."

Trita Parsi dengan menjelaskan latar belakang terbentuknya ketegangan antara Tehran dan Washington serta ketidakpuasan Amerika Serikat terhadap kebijakan independen Iran mengatakan, "Semakin konflik ini meningkat intensitasnya, semakin pula sifat aslinya terungkap."

Analis senior masalah internasional ini menyatakan, "Dalam kondisi saat ini juga, sangat naif untuk membayangkan bahwa motif Amerika Serikat adalah membantu rakyat Iran."

Parsi dalam menjawab pertanyaan apakah blokade maritim dan perluasan sanksi terhadap Iran, mengingat dampaknya terhadap akses rakyat Iran ke bahan pangan dan obat-obatan, sektor transportasi, serta keselamatan penerbangan, sesuai dengan hukum humaniter internasional dan aturan hukum internasional lainnya, dan apakah sanksi-sanksi ini merupakan contoh kejahatan terhadap kemanusiaan? Mengatakan, "Terdapat argumen kuat bahwa sanksi-sanksi ini, yang diterapkan secara sengaja dengan tujuan memiskinkan penduduk, dianggap sebagai kejahatan perang. Namun tindakan-tindakan ini dilakukan dalam kondisi ketika Israel dan Amerika Serikat sebelumnya telah sangat melemahkan dan mengosongkan isi hukum humaniter internasional."

"Trita Parsi, Wakil Direktur Eksekutif Lembaga Pemikir Quincy di Washington D.C., secara implisit menolak klaim anti-Iran Marco Rubio dan menyatakan akar perang AS melawan Iran selalu terletak pada persaingan untuk kekuasaan dan dominasi di Asia Barat, bukan perbedaan ideologis. Ia menegaskan semakin konflik meningkat, semakin sifat aslinya terungkap, dan sangat naif membayangkan motif AS adalah membantu rakyat Iran."(Sail)