Peringatan Pejabat Palestina tentang Memburuknya Situasi di Tepi Barat
-
Situasi Tepi Barat yang semakin memburuk
Pars Today - Sekretaris Jenderal Gerakan Fatah Palestina dengan menyebut intensifikasi kekerasan pemukim dan agresi mereka terhadap warga Palestina, memperingatkan tentang meledaknya situasi di Tepi Barat.
Menurut laporan IRNA, Minggu, 18 Oktober 2026, Jibril Rajoub, Sekretaris Jenderal Gerakan Fatah, dalam wawancara dengan kantor berita AFP dengan memperingatkan tentang meledaknya situasi di Tepi Barat, mengatakan, “Ini adalah gunung berapi yang cepat atau lambat akan meletus.”
Ia menambahkan, “Terorisme yang dilakukan tentara dan pemukim di bawah pengawasan kabinet Israel terhadap rakyat, masjid, gereja, dan lainnya, merupakan pendahuluan bagi reaksi dan ledakan yang akan segera terjadi.”
Peringatan Rajoub ini muncul seiring Uni Eropa juga hari ini Minggu mengecam serangan pemukim di Tepi Barat, termasuk serangan terhadap diplomat-diplomat Eropa.
Agresi pemukim Zionis di Tepi Barat baru-baru ini meningkat dan kemarin juga media Palestina melaporkan bahwa pemukim Zionis di tengah serangan mereka terhadap warga Palestina pada musim panen zaitun, menyerang sebuah delegasi diplomatik Eropa.
Berdasarkan laporan ini, pemukim Zionis menyerang kendaraan-kendaraan milik kedutaan-kedutaan asing di Desa Al-Taybah, dekat Ramallah.
Menurut laporan ini, gambar-gambar yang diterbitkan dari peristiwa ini menunjukkan para penyerang dengan wajah tertutup dan membawa pentungan mendekati kendaraan delegasi diplomatik yang terdiri dari perwakilan Prancis, Belgia, dan Polandia, lalu menyerangnya.
Delegasi ini melakukan perjalanan ke wilayah tersebut untuk memeriksa kondisi Desa Al-Taybah pada musim panen zaitun.
“Sekretaris Jenderal Gerakan Fatah Palestina, Jibril Rajoub, dengan menyebut intensifikasi kekerasan dan agresi pemukim terhadap warga Palestina, memperingatkan tentang meledaknya situasi di Tepi Barat dan menyebutnya sebagai gunung berapi yang cepat atau lambat akan meletus. Ia menyatakan terorisme yang dilakukan tentara dan pemukim di bawah pengawasan kabinet Israel terhadap rakyat, masjid, gereja, dan lainnya merupakan pendahuluan bagi reaksi dan ledakan yang akan segera terjadi.”(Sail)