WFP Kurangi Bantuan Pangan untuk Gaza
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i198966-wfp_kurangi_bantuan_pangan_untuk_gaza
Pars Today – Program Pangan Dunia mengumumkan bahwa menjelang musim dingin dan akibat kekurangan sumber daya keuangan, bantuan pangan ke Gaza telah dikurangi dan sekitar 500 ribu warga Palestina kehilangan akses terhadap dukungan vital ini.
(last modified 2026-10-19T11:14:32+00:00 )
Okt 19, 2026 18:12 Asia/Jakarta
  • Program Pangan Dunia (WFP)
    Program Pangan Dunia (WFP)

Pars Today – Program Pangan Dunia mengumumkan bahwa menjelang musim dingin dan akibat kekurangan sumber daya keuangan, bantuan pangan ke Gaza telah dikurangi dan sekitar 500 ribu warga Palestina kehilangan akses terhadap dukungan vital ini.

Menurut laporan kantor berita Mehr yang mengutip Anadolu, Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (WFP) pada hari Senin (19/10) mengumumkan bahwa akibat kekurangan anggaran, pihaknya telah mengurangi jumlah bantuan pangannya di Jalur Gaza sekitar sepertiga; tindakan yang menghadapkan sejumlah besar keluarga rentan pada masalah-masalah yang lebih besar menjelang musim dingin.

 

Lembaga ini mengumumkan bahwa kini membantu 1 juta 100 ribu orang di Gaza; sementara bulan lalu jumlah penerima bantuan adalah 1 juta 600 ribu orang. Selain itu, jatah pangan telah dikurangi menjadi setengah dan keluarga-keluarga alih-alih menerima dua paket pangan, menerima satu paket beserta jumlah tepung gandum yang lebih sedikit.

 

Jumlah porsi makanan panas harian juga turun dari 250 ribu menjadi 150 ribu porsi. Keluarga-keluarga yang tinggal di daerah-daerah sulit diakses termasuk daerah-daerah dekat "garis kuning" yang dikendalikan militer Israel juga akan menerima makanan panas setiap dua hari sekali, bukan setiap hari. Selain itu, nilai bantuan tunai untuk 75 ribu keluarga telah dikurangi.

 

Berdasarkan estimasi Program Pangan Dunia, sekitar 1 juta 400 ribu orang atau setara 67 persen populasi Gaza menghadapi kerawanan pangan pada tingkat krisis atau kondisi yang lebih buruk. Sekitar 200 ribu orang juga berada dalam situasi darurat dan membutuhkan bantuan pangan segera untuk mencegah kematian akibat kelaparan.

 

Lembaga ini juga mengumumkan bahwa hanya satu dari setiap lima anak di Gaza yang memperoleh pola makan yang beragam dan memadai dan tingkat pengangguran telah melampaui 80 persen; kondisi yang telah menghilangkan kemampuan banyak keluarga untuk menyediakan bahan makanan bergizi.

 

Program Pangan Dunia memperingatkan bahwa perbaikan terbatas dalam situasi keamanan pangan setelah gencatan senjata Oktober 2025 bersifat rapuh dan dengan pengurangan lebih lanjut bantuan kemanusiaan dapat dengan cepat hilang.

 

Kekurangan anggaran juga telah memengaruhi aktivitas lembaga ini di Tepi Barat yang diduduki dan jumlah orang yang tercakup dalam bantuan di wilayah ini turun dari 400 ribu orang menjadi 200 ribu orang.

 

Program Pangan Dunia mengumumkan bahwa untuk melanjutkan operasi vitalnya di Gaza dan Tepi Barat selama enam bulan ke depan, hingga Maret 2027, pihaknya membutuhkan anggaran mendesak sebesar 450 juta dolar. (MF)