Pembatasan Starlink di Ukraina Berlanjut; Perselisihan soal Peran Trump dan Musk
https://parstoday.ir/id/news/world-i198832-pembatasan_starlink_di_ukraina_berlanjut_perselisihan_soal_peran_trump_dan_musk
Pars Today - Presiden Ukraina mengumumkan bahwa pembatasan yang diberlakukan terhadap sistem satelit Starlink dan Starshield di wilayah negaranya masih berlanjut, dan berbeda dengan klaim yang diajukan tentang pencabutan pembatasan, kinerja sistem-sistem ini di Ukraina mengalami gangguan.
(last modified 2026-10-17T17:02:36+00:00 )
Okt 18, 2026 00:00 Asia/Jakarta
  • Starlink
    Starlink

Pars Today - Presiden Ukraina mengumumkan bahwa pembatasan yang diberlakukan terhadap sistem satelit Starlink dan Starshield di wilayah negaranya masih berlanjut, dan berbeda dengan klaim yang diajukan tentang pencabutan pembatasan, kinerja sistem-sistem ini di Ukraina mengalami gangguan.

Menurut laporan IRNA dari Axios, Sabtu, 17 Oktober 2026, Volodymyr Zelensky, Presiden Ukraina, mengumumkan bahwa pembatasan yang diberlakukan terhadap sistem satelit Starlink dan Starshield (versi militer sistem satelit Starlink) di wilayah Ukraina masih berlaku dan pembatasan ini telah mengurangi kemampuan tentara negara itu dalam menghadapi drone Rusia dan mendukung pasukan yang ditempatkan di garis depan.

Menurut pejabat Ukraina, belum jelas apakah pembatasan ini diberlakukan sebagai akibat keputusan politik dari pemerintahan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, atau berkaitan dengan keputusan Elon Musk, pemilik perusahaan SpaceX. Pejabat Ukraina mengatakan bahwa narasi yang berbeda tentang penyebab pembatasan ini diajukan oleh Gedung Putih dan para manajer SpaceX.

Salah seorang pejabat Ukraina kepada Axios mengatakan, "Perusahaan SpaceX mengatakan kepada kami bahwa ini adalah masalah teknis, tetapi penghubung kami di dalam perusahaan mengatakan bahwa pembatasan ini bersumber dari Gedung Putih. Ketika kami bertanya kepada Gedung Putih, mereka mengatakan itu perbuatan Elon."

Elon Musk pada hari Rabu dalam pesan di jaringan sosial X mengumumkan bahwa pemerintah Amerika Serikat berperan dalam menciptakan gangguan pada sistem Starshield. Ia menulis bahwa sistem Starshield berada dalam kepemilikan dan kendali pemerintah Amerika Serikat dan segala pembatasan kecepatan atau tingkat penggunaan ditentukan oleh tentara Amerika Serikat dan akhirnya Presiden negara ini.

Namun, Donald Trump pada hari Jumat mengumumkan bahwa Gedung Putih tidak berperan dalam membatasi akses Ukraina ke sistem-sistem ini.

Surat kabar Telegraph juga pada hari Jumat melaporkan bahwa Musk telah mengusulkan kepada Trump agar kecepatan atau kinerja jaringan satelit Starlink dan Starshield yang digunakan tentara Ukraina dibatasi. Seorang sumber yang mengetahui kepada Axios mengatakan Trump tidak menolak usulan Musk. Namun, salah seorang pejabat Gedung Putih membantah laporan ini dan mengatakan klaim ini sepenuhnya tidak benar dan Starlink tidak mengalami pengurangan kinerja apa pun dan saat ini aktif.

Zelensky dalam pernyataannya pada hari Sabtu, menegaskan bahwa sistem-sistem ini masih belum sepenuhnya aktif di Ukraina. Menurut pejabat Ukraina, sebelum pembatasan diberlakukan, jaringan Starlink dan Starshield bahkan dapat digunakan pada drone yang bergerak dengan kecepatan 400 kilometer per jam; tetapi kini kecepatan ini dibatasi menjadi 161 kilometer per jam.

Tentara Ukraina menggunakan sistem Starlink untuk membangun komunikasi militer, mengendalikan drone pengintai, dan mengarahkan drone pencegat. Drone-drone ini digunakan untuk menghadapi drone penyerang. Pembatasan kinerja sistem ini dapat mengurangi kemampuan Ukraina dalam mengumpulkan informasi, mencegat drone, dan melaksanakan serangan jarak jauh terhadap sasaran Rusia.

“Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan pembatasan terhadap sistem satelit Starlink dan Starshield di Ukraina masih berlanjut dan berbeda dengan klaim pencabutan, kinerja sistem ini mengalami gangguan yang mengurangi kemampuan tentara Ukraina menghadapi drone Rusia dan mendukung pasukan di garis depan.”(Sail)