Araghchi: Stabilitas Keamanan Tak Bisa Dibangun dengan Merugikan Keamanan Negara Lain
https://parstoday.ir/id/news/iran-i198824-araghchi_stabilitas_keamanan_tak_bisa_dibangun_dengan_merugikan_keamanan_negara_lain
Pars Today – Menteri Luar Negeri Iran menyatakan: Tidak ada pemerintahan mana pun yang dapat membangun keamanan berkelanjutan dengan mengorbankan keamanan pihak lain. Kami meyakini bahwa masalah-masalah kawasan kami harus diselesaikan oleh negara-negara kawasan itu sendiri dan di dalam kawasan.
(last modified 2026-10-17T15:26:19+00:00 )
Okt 17, 2026 22:24 Asia/Jakarta
  • Araghchi
    Araghchi

Pars Today – Menteri Luar Negeri Iran menyatakan: Tidak ada pemerintahan mana pun yang dapat membangun keamanan berkelanjutan dengan mengorbankan keamanan pihak lain. Kami meyakini bahwa masalah-masalah kawasan kami harus diselesaikan oleh negara-negara kawasan itu sendiri dan di dalam kawasan.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip kantor berita Mehr, Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, pada hari Sabtu (17/10) dalam Sidang ke-52 Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Islam di Baghdad mengatakan: Organisasi Kerja Sama Islam didirikan dengan tujuan menyediakan suara bersama bagi umat Islam dan memperkuat solidaritas, kerja sama, serta membela kepentingan bersama. Piagam Organisasi Kerja Sama Islam berlandaskan pada prinsip-prinsip yang mencerminkan prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa: kesetaraan kedaulatan, integritas wilayah, tidak mencampuri urusan dalam negeri, penyelesaian sengketa secara damai, dan menghindari ancaman atau penggunaan kekuatan.

 

Araghchi menegaskan: Iran telah dan tetap konsisten berkomitmen terhadap hukum internasional, Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan diplomasi. Dalam dua tahun terakhir, kami terus menempuh jalur diplomasi. Amerika memilih jalan yang berlawanan: agresi, ancaman, pembunuhan, dan perang ekonomi, dengan mengabaikan secara terang-terangan hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sekitar lima ribu orang, termasuk ratusan perempuan dan anak-anak, gugur sebagai syuhada dalam agresi militer Amerika dan Israel. Amerika dan rezim Zionis dengan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional, membunuh Pemimpin Revolusi Islam Iran dan pejabat tinggi politik serta militer lainnya.

 

Menteri Luar Negeri Iran menegaskan: Gugurnya lebih dari 160 siswa dan guru di Minab, serangan dengan bom tandan terhadap stadion Lamerd, pemboman instalasi desalinasi di Qeshm, Iran selatan, dan serangan terhadap acara pernikahan di Kuhistak Sirik, hanyalah contoh-contoh terdokumentasi dari kejahatan perang Amerika-Zionis terhadap Iran. Amerika dan rezim Zionis tidak dapat menutupi kejahatan-kejahatan ini dengan membalikkan fakta dan menukar posisi korban dan agresor.

 

Araghchi selanjutnya menambahkan: Perdamaian tidak dapat dibangun dengan ancaman pemusnahan. Iran berkomitmen pada pelayaran yang aman dan terjamin di Selat Hormuz; jalur pelayaran yang vital bagi energi dan perdagangan banyak negara anggota kami dan hingga 28 Februari 2026, sepenuhnya terbuka dan aman. Ketidakamanan dan gangguan dalam pelayaran sejak saat itu hingga kini, adalah akibat langsung dari tindakan agresif Amerika dan rezim Israel. Keamanan tidak dapat dipulihkan dengan mengulangi kesalahan dan kejahatan sebelumnya. Tidak mungkin membombardir sebuah negara, mengancamnya dengan pemusnahan dan memblokadenya, lalu berharap keamanan pelayaran kembali normal.

 

Menteri Luar Negeri Iran menegaskan: Cita-cita Palestina masih menjadi masalah utama dunia Islam. Palestina masih menjadi luka pada nurani masyarakat dunia dan Gaza telah menjadi simbol kegagalan mekanisme internasional dalam mencegah genosida. Puluhan resolusi tidak mengakhiri pendudukan dan kekerasan. Penderitaan berkelanjutan rakyat Palestina, pembantaian orang-orang tak berdosa oleh rezim Israel dan ancaman terhadap Yerusalem Mulia dan tempat-tempat sucinya harus membuat semua orang khawatir. Iran berdiri di samping rakyat Palestina dan meminta Organisasi Kerja Sama Islam dan semua anggotanya melakukan segala yang diperlukan untuk mengakhiri pembantaian dan blokade serta menjadikan dukungan terhadap hak-hak sah rakyat Palestina sebagai prioritas bersama, prioritas yang didukung dengan tindakan nyata dan terkoordinasi.

 

Araghchi mencatat: Kami mendukung kedaulatan, kemerdekaan, persatuan, dan integritas wilayah Yaman serta Arab Saudi. Kami mendukung proses politik yang inklusif dan komprehensif sebagai satu-satunya jalan praktis dan berkelanjutan untuk menyelesaikan masalah. Perdamaian berkelanjutan tidak akan tercapai melalui intensifikasi militer, pemaksaan dan intimidasi, atau dengan mengesampingkan pihak-pihak Yaman yang berkepentingan.

 

Ia menambahkan: Krisis-krisis di kawasan tidak memiliki solusi militer dan bersikeras pada pendekatan militer dengan mengabaikan solusi politik hanya akan memperumit situasi. Iran sangat khawatir terhadap perkembangan di Semenanjung Arab dan siap memberikan segala bantuan untuk memfasilitasi dialog antara pihak-pihak, berdasarkan peta jalan perdamaian yang telah disepakati sebelumnya. (MF)