Protes Prancis Berlanjut: Rompi Kuning dan Pelajar Turun ke Jalan
-
Prancis
Pars Today – Paris dan beberapa kota lain di Prancis pada hari Sabtu menyaksikan gelombang protes terhadap mahalnya biaya hidup, kenaikan harga bahan bakar, dan memburuknya kondisi pendidikan.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip kantor berita Mehr, Paris, ibu kota Prancis, dan sejumlah kota lain di negara ini pada hari Sabtu menyaksikan aksi unjuk rasa besar-besaran. Bersamaan dengan kehadiran para siswa sekolah menengah dan anggota gerakan Rompi Kuning di jalan-jalan Paris, bentrokan pertama antara demonstran dan pasukan polisi juga dilaporkan.
Aksi utama dijadwalkan dimulai pada pukul 14 waktu setempat di Place de la République, Paris, sementara kelompok-kelompok demonstran telah berkumpul di berbagai penjuru kota sejak beberapa jam sebelumnya. Pasukan keamanan juga berada dalam status siaga di Paris dan kota-kota besar lainnya.
Para demonstran menuntut pengendalian kenaikan biaya hidup dan harga bahan bakar serta energi, kenaikan upah dan pensiun, serta perbaikan layanan publik dan kondisi pendidikan.
Berdasarkan laporan media, polisi Prancis di Place de la République, Paris menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa. Juga dilaporkan bahwa pasukan polisi memeriksa orang-orang yang bermaksud memasuki lapangan untuk berpartisipasi dalam protes dan menyita beberapa barang mereka.
Di Marseille juga diadakan aksi unjuk rasa dalam kerangka mobilisasi nasional menentang kondisi sosial.
Seruan-seruan yang tersebar di media sosial untuk bergabungnya anggota gerakan-gerakan protes sebelumnya mendapat sambutan; hal yang dapat mengarah pada perluasan lebih lanjut protes di Prancis.
Gerakan Rompi Kuning terbentuk pada tahun 2018 sebagai protes terhadap pajak bahan bakar, tetapi cakupannya meluas menjadi ketidakpuasan yang lebih luas terhadap mahalnya harga dan ketimpangan pendapatan. Setelah Macron menyetujui pemotongan pajak senilai beberapa miliar euro, aktivitas gerakan ini sebagian besar mereda. (MF)