Iran: Ketidakamanan Selat Hormuz Akibat Agresi Amerika dan Rezim Zionis
-
Araghchi dan sejawatnya dari Mesir
Pars Today – Menteri Luar Negeri mengatakan: Ketidakamanan yang ada di Selat Hormuz adalah akibat langsung dari tindakan agresif Amerika dan rezim Zionis yang dimulai sejak 9 Esfand (28 Februari 2026) dan hingga kini telah berlanjut dalam berbagai bentuk.
Menurut laporan kantor berita Mehr, Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, yang melakukan perjalanan ke Baghdad untuk berpartisipasi dalam Sidang ke-52 Dewan Menteri Organisasi Kerja Sama Islam, pagi ini di sela-sela sidang bertemu dan berbicara dengan Badr Abdelatty, Menteri Luar Negeri Mesir.
Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak bertukar pikiran mengenai hubungan bilateral serta perkembangan kawasan dan internasional.
Menteri Luar Negeri negara kami dengan merujuk pada filosofi pendirian Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), menilai masalah Palestina masih sebagai masalah terpenting dunia Islam dan dengan mengingatkan genosida terhadap rakyat Palestina dan kejahatan-kejahatan yang dilakukan di Palestina yang diduduki, menekankan perlunya tindakan mendesak dan bersama dari umat Islam untuk mengakhiri pendudukan dan genosida serta menghentikan impunitas rezim Zionis.
Dalam pertemuan ini, juga dijelaskan posisi negara kami terkait perkembangan di kawasan. Menteri Luar Negeri negara kami mencatat bahwa ketidakamanan yang ada di Selat Hormuz adalah akibat langsung dari tindakan agresif Amerika dan rezim Zionis yang dimulai sejak 9 Esfand dan hingga kini telah berlanjut dalam berbagai bentuk.
Menteri Luar Negeri dengan merujuk pada perhatian Iran terhadap diplomasi dan perdamaian di kawasan, mengingatkan bahwa Republik Islam Iran selalu berkomitmen pada diplomasi dengan pandangan yang bertanggung jawab untuk mengurangi ketegangan, tetapi pihak Amerika berkali-kali melanggar perjanjian dan dalam kasus terakhir, hanya dua minggu setelah penandatanganan kesepahaman pengakhiran perang, mereka melanggar kesepakatan.
Menteri Luar Negeri juga memberi tahu mitranya dari Mesir tentang konsultasi diplomatik terakhir melalui para mediator.
Dalam pertemuan ini juga dibicarakan dan dipertukarkan pandangan mengenai perkembangan di Semenanjung Arab. Menteri Luar Negeri negara kami sambil menyatakan kesiapan Iran untuk memberikan segala bantuan guna menghentikan konflik antara Arab Saudi dan Yaman, menegaskan bahwa pengalaman 12 tahun ketegangan dan konflik menunjukkan bahwa tidak ada solusi atau pendekatan militer untuk masalah Yaman. (MF)