Troublemaker: Drone Multiperan Murah Baru Militer AS
-
Drone
Pars Today - Militer Amerika di bawah bayang-bayang pengalaman perang Ukraina dan perang melawan Iran menginginkan drone multiperan yang murah.
Menurut laporan Pars Today, perusahaan pertahanan Amerika Ideal Aerosmith yang sebelumnya bergerak di bidang pembuatan peralatan uji navigasi, dengan meluncurkan drone "Troublemaker" yang berarti pembuat kekacauan telah mengambil langkah besar menuju pasar amunisi murah dan masif.
Drone "Troublemaker" yang termasuk dalam Grup 3 sistem nirawak, dirancang dengan berat lepas landas maksimum 50 kilogram, rentang sayap 4,6 meter, dan mesin pembakaran internal 6 tenaga kuda serta mampu bertahan di udara lebih dari 10 jam dan menempuh jarak lebih dari 1.389 kilometer. Kapasitas angkut muatan 13,6 kilogram memungkinkan untuk dilengkapi dengan radio AMB 5 atau komunikasi satelit Starlink.
Fitur pembeda terpenting Troublemaker, adalah sifat gandanya. Drone ini dapat baik sebagai senjata bunuh diri satu arah dan sekali pakai yang ditembakkan ke arah sasaran maupun sebagai pesawat yang dapat dipulihkan yang setelah melakukan misi pengintaian atau penipuan musuh kembali ke pangkalan dan digunakan kembali. Fleksibilitas operasional ini, membedakannya dari rudal jelajah murah, karena para komandan dapat memutuskan berdasarkan kondisi medan perang apakah akan mengorbankan drone atau memulihkannya. Biaya setiap unit dalam produksi massal diperkirakan kurang dari 150 ribu dolar yang menjadikannya opsi yang hemat biaya untuk operasi massal.
Drone ini dirancang untuk diluncurkan dari katapel atau truk dan dipulihkan menggunakan sistem pendaratan ski; fitur yang menghilangkan ketergantungan pada landasan pendaratan tetap dan infrastruktur luas dan menjadikannya cocok untuk operasi ekspedisi, pangkalan sementara, dan bahkan operasi maritim. Troublemaker juga memiliki kemampuan operasi kelompok dan gerombolan (Swarm Operations); kelompok terkoordinasi dari drone-drone ini dapat membagi tugas pengintaian, penipuan, dan serangan di antara beberapa platform dan mempersulit identifikasi serta prioritas ancaman bagi musuh.
Poin pentingnya adalah proyek ini mendapat dukungan dari lembaga yang terkait dengan Departemen Angkatan Laut Amerika (U.S. Department of the Navy) dan dari pemberian kontrak hingga penerbangan pertama, hanya menghabiskan waktu empat bulan sepuluh hari. Kecepatan pengembangan ini, menunjukkan tekad Pentagon untuk mencapai kemampuan yang dapat dikerahkan dengan cepat dan murah dalam kerangka konsep "massa yang dapat dikonsumsi" (Expendable Mass). Militer Amerika dalam kerangka program-program seperti "Efek Peluncuran" (Launch Effects) dan "Sistem Dapat Dikonsumsi yang Dapat Ditargetkan" (Targetable Expendable Systems) mencari drone yang dapat dikonsumsi seperti amunisi dan pada saat yang sama menggabungkan kemampuan pengintaian dan serangan.
Namun, tantangan juga menghadapi drone ini. Tingkat terbukti kemampuan operasi gerombolan masih belum jelas, karena perusahaan pembuat tidak mempublikasikan rincian tentang tingkat otonomi, arsitektur komunikasi, dan kinerja drone di lingkungan yang tidak memiliki akses ke sistem penentuan posisi global dan kondisi perang elektronik. Juga, meskipun ada dukungan Departemen Angkatan Laut, kontrak pembelian resmi belum dikonfirmasi dan produksi berada pada tahap tingkat rendah. Kapasitas produksi saat ini adalah dua unit per minggu, tetapi jika permintaan meningkat, perusahaan dapat mencapai angka 20 unit per minggu.
Tampaknya drone Troublemaker dapat memainkan peran sentral dalam strategi militer Amerika untuk menghadapi musuh-musuh setara dan mendekati setara. Dengan memperhatikan pelajaran perang Ukraina dan perang melawan Iran dan kebutuhan akan banyak sistem murah melawan pertahanan udara canggih serta untuk menyerang berbagai sasaran dengan biaya rendah, drone ini dapat berfungsi sebagai alat saturasi di samping sistem yang lebih mahal seperti rudal jelajah. Kemampuan peluncuran dari truk dan pemulihan kembali, menjadikannya ideal untuk operasi tersebar potensial di Samudra Pasifik dan pangkalan-pangkalan terpencil. Jika militer Amerika dapat menyelesaikan tantangan terkait perang elektronik dan otonomi, drone Troublemaker dapat menjadi salah satu pilar utama doktrin "massa yang hemat biaya" Pentagon dan mengisi celah antara drone taktis kecil dan rudal jelajah mahal.