AS Bisa Serang Irak dari Yordania Jika Melihat Ancaman
https://parstoday.ir/id/news/world-i197788-as_bisa_serang_irak_dari_yordania_jika_melihat_ancaman
Pars Today - Bersamaan dengan penarikan AS dari Irak, harian Washington Post mengutip seorang pejabat Amerika menulis jika Amerika Serikat melihat ancaman, kemungkinan serangan kembali ke Irak dari tanah Yordania ada.
(last modified 2026-10-01T09:13:20+00:00 )
Okt 01, 2026 16:10 Asia/Jakarta
  • Jet tempur AS
    Jet tempur AS

Pars Today - Bersamaan dengan penarikan AS dari Irak, harian Washington Post mengutip seorang pejabat Amerika menulis jika Amerika Serikat melihat ancaman, kemungkinan serangan kembali ke Irak dari tanah Yordania ada.

Melansir ISNA, Kamis, 01 Oktober 2026, Washington Post mengutip seorang pejabat Amerika yang tidak mengungkapkan namanya, menulis, "Pasukan Amerika juga dapat menyerang Irak dari tanah Yordania jika melihat ancaman terhadap personel dan kepentingan Amerika Serikat."

Washington Post dalam lanjutannya dengan merujuk pada rencana yang diklaim Amerika di masa depan menulis, "CENTCOM mengumumkan bahwa pasukan Amerika telah keluar dari Pangkalan Udara Erbil di Irak utara yang merupakan tempat penempatan sebagian besar dari 1.500 personel Amerika dan anggota koalisi yang dialokasikan untuk misi anti-ISIS, tetapi misi ini akan berlanjut di Yordania dengan fokus pada milisi di Suriah."

Setelah lebih dari dua dekade sejak invasi Amerika ke Irak, Amerika pada hari Rabu (30/9), mengumumkan telah menyelesaikan proses penarikan pasukannya dari negara ini, tindakan yang mengakhiri kehadiran militer yang dimulai dengan jatuhnya rezim Saddam, diktator Irak sebelumnya pada tahun 2003, kemudian terhenti dengan penarikan pasukan Amerika pada tahun 2011 dan dilanjutkan kembali pada tahun 2014 untuk menghadapi kelompok teroris ISIS.

Donald Trump, Presiden Amerika tadi malam dalam pernyataannya tentang hal ini mengatakan, "Penarikan dari Irak adalah tanda berakhirnya sebuah perjalanan neraka dan saya telah memerintahkan agar tidak meninggalkan apa pun."

Pejabat Amerika yang tidak disebutkan namanya tersebut dalam lanjutan wawancaranya dengan Washington Post mengklaim, "Pasukan Amerika di Yordania akan fokus pada milisi ISIS. Jika kelompok ini menyebar ke tempat di luar kendali Irak dan Suriah dan mereka meminta bantuan kami, kami akan masuk dan membantu mereka."

Ia di akhir klaimnya menambahkan, "Pasukan Amerika akan dipindahkan dari Irak ke Yordania untuk fokus pada perang melawan sel-sel ISIS di Suriah."

"Washington Post mengutip seorang pejabat Amerika (anonim) yang menyatakan jika AS melihat ancaman, kemungkinan serangan kembali ke Irak dari tanah Yordania ada. Pasukan AS juga dapat menyerang Irak dari Yordania jika melihat ancaman terhadap personel dan kepentingan AS. CENTCOM mengumumkan pasukan AS telah keluar dari Pangkalan Udara Erbil di Irak utara, tempat sebagian besar dari 1.500 personel AS dan anggota koalisi misi anti-ISIS, tetapi misi akan berlanjut di Yordania dengan fokus pada milisi di Suriah."(Sail)